Sedih dengan Nasib Perawat, Nusron Perjuangkan Sertifikasi

0
455 views

JAKARTA, BeritaGresik.com – Kepala Badan Nasional Penempatan dan Pengawasan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid menjelaskan alasan mengapa pihaknya ingin segera diadakan sertifikasi bagi perawat.

Menurut Nusron, tidak adanya sertifikasi perawat tersebut membuat kurang lebih 18 ribu perawat Indonesia yang menganggur tidak bisa bekerja di luar negeri.

“Tahun ini, permintaan surplus yang tidak terpenuhi, yang nganggur perawat Indonesia itu sekitar 18 ribu, yang tidak tertampung dari total lulusan,” ujar Nusron di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (15/5/2015).

Padahal, Nusron menjelaskan lapangan pekerjaan bagi perawat kini sangat dibutuhkan, khususnya di kawasan Timur Tengah. Ia mengungkapkan saat ini di Timur Tengah membutuhkan perawat sebanyak 15 ribu per tahunnya.

“Sementara, di Timur Tengah itu permintaan perawat setahun 15 ribu. Belum lagi di Australia dan Eropa. Nah kita enggak bisa memenuhi,” kata Nurson.

Yang lebih memprihatinkan, Nusron mengatakan para perawat yang kini sudah bekerja di luar negeri terancam dipulangkan lantaran belum memiliki sertifikat internasional atau National Council Licensure Examination for Registered Nurses (NCLEX-RN).

“Boro-boro memenuhi, teman-teman perawat kita yang ada di sana, ini terancam dipulangkan. Kenapa? Karena tidak mempunyai sertifikat internasional itu,” ucap Nusron.