Meneteskan Air Mata, Nusron Wahid Pimpin Sholat Ghoib Siti Zaenab

0
288 views

BANGKALAN, BeritaGresik.com – Kepala Badan Nasional Badan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid langsung ke Madura kunjungi keluarga Siti Zaenab , TKI yang dieksekusi mati di Arab Saudi

Kepala BNP2TKI Nusron Wahid dalam kunjungannya yang didampingi perwakilan dari Kementerian Luar Negeri ini di terima oleh keluarga Siti Zaenab yang di antara perwakilan keluarganya adalah Syarifudin (anak tertua) dan Halimah (kakak), di kediamannya di Jalan Pasarean KH Muhammad Kholil Bin Abdi Latif, Desa Martajasah RT 01 RW 02 Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Begitu menyampaikan informasi dan ajakan doa, tangis haru dan alunan tahlil menggema di rumah Zaenab. Tampak Syarifudin dan Halimah menangis tersedu-sedu. Nusron Wahid juga terlihat tak kuasa menahan haru, matanya berkaca-kaca, air mata menetes mengalir di wajahnya yang sesekali diusapnya.

“Kami datang untuk menyampaikan kabar atas eksekusi Zaenab. Atas nama pemerintah menyampaikan duka yang mendalam. Sekaligus menguatkan hati keluarga, agar bersama-sama mendoakan dan mengikhlaskan Zaenab, agar beliau tenang di sisi-Nya. Amien,” ujar Nusron sambil terbata-bata menahan tangisan.

Begitu suasana sudah agak tenang, Nusron pun mengajak dan mengimami semua yang hadir untuk bersama-sama salat ghaib.

“Mari kita salati jenazah secara ghaib dan kita doakan untuk almarhumah,” pintanya.

Menurut Nusron, pemerintah sudah sangat optimal dalam memperjuangkan nasib Zaenab binti Duhri Rupa. Sejak kejadian pada 1999, pemerintah sudah melakukan berbagai upaya agar hukuman mati terhadap Siti Zaenab bisa dibatalkan.

“Kami sudah berupaya. Tiga presiden mulai Gus Dur, pak SBY dan Pak Jokowi sudah kirim surat ke raja Arab Saudi. Berdasarkan ketentuan aturah hukum di sana, memang semua dikembalikan kepada pemaafan keluarga. Kita sudah rayu keluarga. Kita tawarkan diyat juga. Masih tidak mau. Terus kita gimana lagi?,” imbuh Nusron.

Dalam kunjungannya, Nusron atas nama pemerintah dan juga atas nama pribadi memberikan santunan kepada pihak keluarga. Nusron yang juga Ketua Umum GP Ansor itu meminta agar pengurus dan kader Ansor di Bangkalan untuk ikut tahlilan mendoakan almarhumah.

Sementara itu, pihak keluarga, baik Halimah maupun Syarifudin juga mengaku ikhlas atas wafatnya Zaenab. “Dua minggu lalu, kami difasilitasi pemerintah Indonesia bisa bertemu Ibu. Kami sih berharap bisa dimaafkan. Tapi kalau sudah dieksekusi mau gimana lagi? Kami ikhlas semoga khusnul khotimah,” ujar Halimah. []