Kayu Sentegi Bawean, Berjuang Hadapi Kepunahan

0
913 views

BeritaGresik – Kayu sentigi termasuk salah satu tanaman langka dan diburu oleh banyak orang. Sentegi dipercaya sebagai kayu bertuah yang salah satunya hanya bisa ditemukan di Pulau Bawean, Gresik.

Umumnya kayu yang banyak ditanam di kawasan pantai Pasir Putih, Desa Sukaoneng, Kecamatan Tambak Bawean ini dibuat tongkat, hiasan, tasbih, serta ada juga yang dipajang sebagai tanaman hias.

Akan tetapi, saat ini kayu sentigi tengah berjuang menghadapi kepunahan akibat ditebangi warga secara liar. Hal ini yang kemudian memicu pegiat lingkungan, H. Arfa’i, berupaya melakukan budidaya atau pembibitan kayu langka tersebut.

“Karena kalau tidak segera dilakukakan pembibitan, saya khawatir kayu sentigi ini akan benar-benar punah dan hanya tinggal nama saja,” kata H. Arfa’I saat diwawancara reporterBeritaGresik.com di Bawean, Rabu (14/10).

Hanya saja, menurut dia pembibitan kayu sentigi ini memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi, sebab harus menunggu biji sentigi yang jatuh dan tumbuh dengan sendirinya. Setelah itu, anakan sentigi tersebut dipindah ke tempat pembibitan.

“Cara membibitnya harus menunggu buahnya jatuh, dan tumbuh sendiri, kemudian baru dipindah dan dirawat. Bibit ini harus dijaga dan disirami secara teratur,” jelasnya.

Kesulitan lainnya, pembibitan sentigi  hanya dapat dilakukan pada bulan-bulan tertentu, saat pergantian musim kemarau menuju musim penghujan, yakni antara bulan April hingga bulan Mei. Pada bulan-bulan tersebut buah sentigi berjatuhan dan tumbuh dengan sendirinya.

H. Arfa’i menambahkan, kayu sentigi merupakan jenis kayu kerdil dan membutuhkan waktu lama untuk menjadikannya sebagai tanaman hias. “Jadi, butuh waktu bertahun-tahun kalau mau membibit. Pokoknya butuh kesabaran,” pungkasnya. [abr]