Kasus Amoral di Gresik Dinilai Memprihatinkan

0
829 views

20151228_072417-1024x576

BeritaGresik.com – Maraknya praktik amoral termasuk kasus pelecehan yang melibatkan anak di bawah umur di Gresik dirasa makin memprihatinkan. Sehingga, dibutuhkan sinergi semua pihak untuk mencegah prilaku tersebut.

Ketua Forum Peduli Gresik, Mukhlis Fathoni mengatakan, berkembangnya Kota Gresik semakin mengancam moralitas generasi muda. Kemaksiatan makin marak, narkoba merajalela, serta kasus hamil di luar nikah meningkat.

“Prostitusi melibatkan anak di bawah umur, warung remang-remang atau warung pangku juga semakin ramai di mana-mana. Bahkan banyak fasilitas umum yang berubah jadi ajang maksiat,” kata Fathoni Muklis, Senin (13/6/2016).

Dia bahkan menilai, langkah penertiban dan penegakan Perda selama ini kurang maksimal dalam memberantas dan mecegah praktik amoral di Gresik, sehingga kasus-kasus itu terus meluas.

“Kami prihatin dengan itu semua. Dan kami rasa perlu adanya pemecahan masalah serta solusi yang melibatkan semua pihak, termasuk pemerintahan dan aparat penegak hukum,” tuturnya.

Selain itu, Mukhlis juga menekankan adanya perbaikan atas Perda Nomor 7/2002 tentang larangan pelacuran dan perbuatan cabul, Perda Nomor 15/2002, serta Perda Nomor 19/2004 tentang larangan minuman keras (miras).

“Dalam beberapa kali pembahasan, kami sempat merumuskan sejumlah usulan untuk Perda,” kata Fathoni, yang dilanjutkan dengan menyerahkan berkas berisi usulan itu ke Bupati dan Wakil Bupati Gresik.

Mendapat banyak keluhan terkait soal tindakan amoral, Bupati Sambari mengaku akan segera mengumpulkan semua pihak guna membahasnya. Termasuk Polres Gresik, Kodim, Kejaksaan dan sejumlah instansi lain.

“Saya sendiri sumpek setiap kali melihat hal-hal itu. Warung remang-remang, orang berbuat tak senonoh di fasilitas umum dan sebagainya itu benar-benar mencoreng status Gresik sebagai Kota Santri dan Kota Wali,” ucapnya. (wan)