Perceraian di Bawean Capai 200 Kasus dalam Setahun

0
371 views
Kantor Pengadilan Agama Bawean. (Foto: BG/Gfr)
Kantor Pengadilan Agama Bawean. (Foto: BG/Gfr)

BeritaGresik.com – Angka perceraian di Pulau Bawean masih terbilang cukup tinggi. Dalam setahun, Pengadilan Agama setempat rata-rata menangani 200 kasus perceraian pasangan suami-istri.

“Ya, kalau dirata-ratakan ada 200 kasus perceraian yang masuk ke kita,” ungkap Humas Pengadilan Agama (PA) Bawean, Imam Mahmudi, kepada reporter BeritaGresik.com di pulau Bawean, Sabtu (14/5/2016).

Imam menjelaskan, ada banyak faktor yang melatarbelakangi tingginya angka perceraian di pulau berpenduduk sekitar 70 ribu jiwa itu. Mulai dari faktor ekonomi, ketidak harmonisan keluarga, selingkuh dan sejumlah faktor lainnya.

“Jadi, banyak faktornya, tapi yang paling dominan itu faktor ekonomi, hampir 40% dari data yang ada. Selebihnya karena faktor ketidak harmonisan kelurga dan sebagainya,” jelas Imam.

Dominasi faktor ekonomi dalam kasus perceraian di Pulau Bawean, salah satunya dipicu banyaknya masyarakat yang pergi merantau. Lalu, lupa kepada keluarganya, bahkan tidak sedikit yang menikah lagi ketika di perantauan.

“Penyebabnya, suaminya gak ingat sama keluarganya. Mereka lama bertahun-tahun gak ada kabar dan nafkah, sesuai ikrarnya kan jatuh talak,” ujarnya.

Berbagai upaya diakui sudah dilakukan pihak Pengadilan Agama untuk menekan angka perceraian di pulau Bawean. Salah satunya dengan melakukan mediasi dan musyawarah agar membatalkan rencana percerainnya.

“Ya, kita dahulukan langkah-langkah musyawarah dulu, tapi kalau sudah tidak bisa ditengahi, ya mau gimana lagi,” pungkasnya. (gfr)