Ikan Semakin Langka, Nelayan Gresik Resah

0
1,069 views
Deretan perahu nelayan di Pantai Lumpur, Gresik. (Foto: BG/Wan)
Deretan perahu nelayan di Pantai Lumpur, Gresik. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Kehadiran sejumlah pelabuhan di kawasan perairan Gresik tak selalu memberikan keuntungan bagi semua elemen masyarakat, utamanya bagi para nelayan. Mereka justru merasa resah karena makin terhimpit dengan banyaknya pelabuhan di wilayah Gresik.

Kondisi itu dialami nelayan di Kelurahan Lumpur, Gresik. Nelayan mengaku hasil tangkapan ikan menurun derastis, sebab kawasan terdekat sudah dipenuhi oleh kapal-kapal besar, sehingga keberadaan ikan pun samakin sulit untuk dijumpai.

“Pendapatan sekarang ini jauh menurun. Daerah terdekat sudah dipenuhi oleh pelabuhan dan kapal-kapal besar yang antre melakukan bongkar muat,” kata Mulyadi (44), warga Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, Senin (14/3/2016).

Akibat banyaknya pelabuhan khusus di wilayah Gresik dan kapal-kapal besar yang antre di alur pelayaran barat Surabaya (APBS), para nelayan Lumpur harus menambah biaya hingga empat kali lipat untuk mendapatkan ikan.

“Itu karena jarak pencariannya sekarang semakin jauh. Sekarang ini kalau menangkap ikan harus jauh ke wilayah Bawean dan Madura,” tambahnya.

Hal itu yang membuat biaya yang harus dikeluarkan nelayan membengkak, seperti membeli bahan bakar solar. Apalagi ikan di wilayah perairan Gresik sudah semakin langka. Kondisi ini membuat para nelayan kian terhimpit.

“Kalau dulu bisa mendapatkan banyak ikan seperti udang dan jenis lainnya. Sekarang ini untuk mendapat ikan udang satu kilo saja susah,” keluh Fatkhur Mubin (45), nelayan yang juga warga Kelurahan Lumpur.

Berdasarkan data di Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik mencatat, ada lima pelabuhan khusus di Gresik, yaitu Pelsus PT Semen Gresik, PT Maspion Manyar Gresik, PT Kusus PJB Gresik, Pelsus PT Petrokimia Gresik dan PT Wilmar Nabati Indonesia.

Jumlah itu belum termasuk Pelabuhan Umum Gresik dan Pelabuhan Internasional di Kasawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Kecamatan Manyar.

“Untuk pelabuhan yang baru, JIIPE itu pelabuhan umum, sedangkan untuk yang Pelsus masih tetap lima di atas itu,” kata Nanang Afandi, Kasi Tata Usaha (TU) KSOP Gresik. (wan)