Upaya Madura Ajak Bawean Bergabung Dinilai Sulit

0
1,766 views
Foto: Istimewah
Foto: Istimewah

BeritaGresik.com – Tawaran agar Pulau Bawean bergabung ke Provinsi Madura jika nantinya menjadi provinsi tersendiri mendapat tanggapan beragam dari sejumlah tokoh dan masyarakat Bawean. Upaya itu dinilai sulit karena beragam faktor.

Wasekjen DPP Partai Golkar asal Pulau Bawean Achsanul Yakin menilai, warga Bawean sulit menerima tawaran untuk bergabung ke Madura. Alasannya, secara kultur maupun tutur bahasa Bawean berbeda dengan Madura, meski sebagian warga Bawean berasal dari Madura.

“Secara kultur dan tutur, Bawean beda dengan Madura. Orang Bawean terdiri dari entitas kultur beragam, yakni Jawa, Madura, Bugis, Mandar, dan Sumatera. Secara tutur, Bawean juga berbeda dengan Madura,” ucap Yakin kepada BeritaGresik.com, Minggu (14/2/2016).

Untuk menjadi provinsi sendiri, terang Yakin, Madura seharusnya tidak perlu menggandeng Bawean, karena wilayah Madura sudah memenuhi syarat sebagai provinsi. Dari empat kabupaten yang ada, salah satunya bisa dipecah menjadi dua daerah administrasi berbeda.

“Misalkan Pamekasan yang bisa dipecah menjadi Kota Pamekasan dan Kabupaten Pamekasan. Atau bisa juga Sumenep Kepulauan yang secara geografis dan populasinya lebih besar dari Bawean. Upaya menggandeng Bawean iyu tidak realistis dan sangat sulit,” kata Yakin.

Sementara menurut Staf Ahli Fraksi PPP di DPR RI, Syarifuddin, tidak tertutup peluang Bawean bersedia bergabung ke Provinsi Madura jika nantinya Bawean dijadikan Ibukota Kabupaten. “Misalnya dijadikan ibokota kabupaten untuk daerah kepulauan,” kata pria asal Bawean itu.

Namun demikian, masyarakat Bawean sulit diajak bergabung ke Provinsi Madura jika hanya dijadikan sebagai pelengkap agar bisa memenuhi syarat administrasi pembentukan Provinsi Madura. “Kalau cuma jadi pelengkap saja orang Bawean tidak mau,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah anggota DPRD Jawa Timur (Jatim) dikabarkan tengah melobi sejumlah tokoh Bawean, Jatim, agar Bawean bisa menjadi kota di Provinsi Madura nantinya. Pasalnya, pemekaran Madura sebagai provinsi terganjal kurangnya jumlah kabupaten dan kota yang disyaratkan.

“Sebenarnya Bawean sudah memenuhi untuk menjadi sebuah kota karena di sana sudah ada dua kecamatan,” kata Anggota DPRD Jawa Timur, Abdul Halim di Surabaya, Kamis 11 Februari 2016.

Apalagi kata dia, masyarakat Bawean memiliki kedekatan budaya dengan masyarakt di Madura. Namun demikian, Halim belum bisa menyampaikan hasil pendekatan mereka terhadap para tokoh di Bawean yang saat ini masuk dalam wilayah Kabupaten Gresik tersebut.

“Sebenarnya orang Bawean itu kalau kami lihat ada Madura dan juga Bugis, tapi mereka tidak mau disebut Madura ataupun Bugis, maunya ya Bawean,” katanya. (as)