MDMC Buka Posko Bencana Banjir di Driyorejo Gresik

0
604 views
Posko bencana banjir MDMC di Kecamatan Driyorejo, Gresik. (MDMC)
Posko bencana banjir MDMC di Kecamatan Driyorejo, Gresik. (MDMC)

BeritaGresik.com – Intensitas hujan yang sangat deras dalam beberapa hari terakhir membuat sebagian wilayah di Kabupaten Gresik terendam banjir. Banjir akibat luapan Kslimas telah merendam ribuan rumah penduduk.

Saat ini warga yang rumahnya terendam banjir sangat membutuhkan bantuan dari berbagai pihak. Menanggapi hal itu, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) langsung bergerak cepat dengan membuka posko bencana banjir di Kecamatan Driyorejo, Gresik.

Sejak Kamis malam (11/02), Tim Komite Kesehatan Bencana Rumah Sakit Muhammdiyah Gresik melalui kordinasi MDMC, LPB PDM Gresik, BPBD dan juga MLHPB (Majelis Lingkungan Hidup Penagulangan Bencana) Jawa Timur mendirikan posko bencana banjir di Desa Mbabe, Kecamatan Driyorejo.

Banjir yang menenggelamkan tiga dusun itu mendapat perhatian serius dari pihak Muhammadiyah, melalui Majelis Lingkungan Hidup dan Penagulangan Bencana (MLHPB) Jawa Timur.

Ketua MLHPB Jawa Timur Rofi’I S.T menjelaskan, hujan deras yang terjadi selama tiga hari mengakibatkan air sungai Kalimas meluap. Akibaynya, tiga dusun di Kecamatan Driyorejo terendam banjir, yaitu Dusun Mbabe, Dusun Sarirejo, Dusun Ngambar dengan ketinggian banjir mencapai 1 m.

Ketua MLHPB Jawa Timur Rofi’i S.T menjelaskan, hujan deras yang terjadi selama tiga hari mengakibatkan air sungai Kalimas meluap. Akibatnya, sebanyak tiga dusun di Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik terendam banjir.

“Akibat bencana banjir, 85 kepala keluarga dan 290 jiwa harus kami evakuasi ke posko yang sudah kami dirikan, sejak kamis malam (11/02). Hanya saja, banyak warga yang tidak mau kami evakuasi karena beberapa alasan,” kata Rofi’i melalui rilis yang diterima redaksi BeritaGresik.com, Minggu (14/2/2016).

Sementara itu, Ketua LPB PDM Gresik Fatkhur Rahman mengataka, pihaknya terus berkodinasi dengan jejaring Amal Usaha Muhammadiyah Gresik untuk memberikan bantuan kepada korban banjir yang ada di Kecamatan Driyorejo.

“Ada sekitar 18 relawan yang kami turunkan dalam menagani bencana banjir di Driyorejo, yang terdiri dari unsur LAZISMU, KOKAM, MDMC, Pemuda Muhammdiyah Gresik, IPM dan juga Tim Komite Kesehatan Bencana Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik,” tuturnya.

Masing-masing dikatakan memiliki peran. Lasimu menyiapkan logistik, pemuda Muhammadiyah dan ortom lainya membantu evakuasi. Sedangkan tim KKB dan MDMC menyiapkan keperluan medis.

Selain merendam sejumlah rumah warga, banjir juga mengakibatkan roda perekonomian di tiga desa tersebut lumpuh. Pada Sabtu (13/02), air dikatakan sudah mulai surut. Namun, relawan Muhammdiyah masih membagikan makanan kepada korban banjir yang tidak bersedia dievakuasi.

Melaui tim komite kesehatan bencana, Rumah Sakit Muhammdiyah Gresik juga memberikan pengobatan gratis kepada warga korban banjir yang ada di Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. (wan)