Warga Sambut 1 Muharram Dengan Selamatan Kampung

0
849 views

BeritaGresik.com – Setiap daerah punya tradisi tersendiri dalam menyambut tahun baru Islam 1 Hijriyah. Di Bawean umumnya warga menyambut 1 Muharram atau tahun baru Islam dengan menggelar selamatan kampung.

Mereka menggelar do’a bersama di musholla atau masjid masing-masing. Tradisi menyambut 1 Muharram seperti ini salah satunya dilakukan oleh warga di Dusun Paginda, Desa Sukaoneng, Kecamatan Tambak Bawean, Gresik.

Menyambut datangnya 1 Muharram 1347 Hijriyah, kesibukan warga Paginda sudah terlihat sejak sejak Selasa pagi  (13/10). Mereka bergotongroyang seperti mengecat fasilitas umum dan membersihkan jalan-jalan kampung.

Disamping untuk menjaga kebersihan, warga menilai kegiatan seperti ini juga mengandung makna filosofis, yakni menanggalkan kebiasaan lama yang dianggap kurang baik, dan menggantinya dengan hal baru yang lebih baik dan bermakna.

“Tradisi ini warisan dari orang tua, tugas kita harus tetap menjaga dan melestarikannya,” kata Abd Hayyi, Kepala Desa Sukaoneng saat menghadiri acara selamatan kampong di Dusun Paginda, Selasa (13/10).

Warga Dusun Paginda, Desa Sukaoneng, Tambak Bawean menyambut 1 Muharram dengan selamatan Kampung, Selasa (13/10). Foto: Abr
Warga Dusun Paginda, Desa Sukaoneng, Tambak Bawean menyambut 1 Muharram dengan selamatan Kampung, Selasa (13/10). Foto: Abr

Sebagai rangkaian menyambut tahun baru Islam, puluhan warga juga menggelar acara keliling kampung sambil membaca burdah (barzanji). Tradisi ini dilakukan warga setempat sebagai warisan leluhur yang harus dilestarikan.

Melalui kegiatan itu, warga meyakini akan diberkati oleh Tuhan yang Maha Kuasa sehingga  dijauhkan dari musibah dan penyakit. Selain membaca burdah, tradisi ini diselingi dengan mengumandangkan adzan di setiap pojok kampung.

“Ada 4 titik tempatnya mengumandangkan adzan yaitu disetiap pojok-pojok kampung”, jelas Afwan salah seorang ustadz yang memimpin burdah.

Puncak acara yang lazim dikenal sebagai selamatan kampung ini dilaksanakan pada malam hari, usai melaksanakan sholat maghrib di mushollah setempat. Ratusan warga berkumpung menggelar istighosah dan do’a bersama,

Selanjutnya, mereka menikmati aneka hidangan yang suguhkan warga secara sukarela.”Mudah-mudah kita semua diberkati dan dilindungi oleh Allah serta dijauhkan dari penyakit”, tutur Ustadz Muhyiddin saat memimpin do’a. [abr]