Mahasiswi UAD Asal Gresik Raih Medali di Ajang IYIA 2016

0
2,014 views
Santi
Santi Widiasari, mahasiswi UAD Yogyakarta asal Gresik yang meraih medali di ajang IYIA 2016. (Foto: Istimewa)

BeritaGresik.com – Mahasiswi UAD Yogyakarta asal Gresik, Santi Widiasari, berhasil menunjukkan prestasinya di kanca Internasional. Ia menyabet medali perunggu dalam 3rd Internasional Young Inventors Award (IYIA) 2016.

IYIA merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan INNOPA bekerjasama dengan IFIA, WIIPA dan beberapa partner Internasional Office lainnya. IYIA 2016 digelar pada 6-8 September 2016 di Convention Hall, Surabaya.

Dalam event berskala internasional ini, gadis asal Desa Sawo, Dukun, Gresik itu tidak sendiri. Dia berhasil menyabet medali perunggu bersama empat orang rekannya yang tergabung satu tim.

Event ini diikuti ratusan inventor dari berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, Philipina, Taiwan, Korea Selatan, China, Mesir, Jordania, Syria, Romania, Rusia, Kroasia, Kanada, Indonesia dan sejumlah negara lainnya.

Menurut Santi, peserta terbagi atas beberapa bidang yaitu Classed Machinery/Metal, Electricity/Electronic, Information/Communication, Textile/Chemistry, Agro-fishery product, Engineering/Construction.

Selain itu, ada bidang Biotechnology &Health, Educational Items, Social Science & Humanistic, Office Products, Sport & Games, Personal Care Products, Necessaries of Life dan Design.

Karya santi dan tim masuk dalam kelas Educational Items dengan invensi Student’s Career Planning Box (KOPERASI): A Strategy to Improve Students’ Ability on Career Planning.

Dia mengaku tidak mudah menuntaskan karya yang ditampilkan dalam ajang IYIA 2016. Ia bersama timnya butuh sekitar 8 bulan dalam pengerjaannya.

Ajang IYIA ini  berkonsep pameran, setiap  invensi mendapat  satu booth yang telah disediakan panitia. Perangkat yang harus disediakan dalam ajang ini meliputi poster, brosur dan produk invensi.

Kemudian, juri dari berbagai negara berputar mengunjungi tiap meja dan melakukan tanya jawab dengan inventor. Deskripsi karya, keunggulan produk, implementasi dan perihal paten menjadi pertanyaan yang diajukan juri.

Santi merantau ke Kota Pendidikan Yogyakarta dan tercatat sebagai Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta angkatan 2013. (as)