PBM Upayakan Warga Bawean di Malaysia Dapat Kemudahan

0
500 views
Jajaran pengurus Persatuan Bawean Malaysia (PBM) saat berkunjung ke kantor mantan PM Malaysia
Jajaran pengurus Persatuan Bawean Malaysia (PBM) saat berkunjung ke kantor mantan PM Malaysia Abdullah Baidawi. (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Persatuan Bawean Malaysia (PBM) terus melakukan upaya pendekatan ke pemerintah Malaysia. Langkah itu dilakukan seiring maraknya pemulangan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) serta sulitnya untuk mendapatkan izin kerja di Malaysia.

Salah satu pengurus organisasi PBM Subaili mengatakan, upaya pendekatan terhadap pemerintah Malaysia dilakukan pihaknya agar warga Bawean yang ingin bekerja di Negeri Jiran itu tak dipersulit atau medapatkan kemudahan.

Upaya itu dilakukan dengan menemui sejumlah pejabat pemerintah Malaysia, serta orang-orang berpengaruh lainnya. Salah satunya yakni berkunjung ke kantor mantan Perdana Meneteri Malaysia Datok Abdullah Baidawi.

Pengurus PBM Subaili saat menemui mantan PM Malaysia Abdullah Baidawi. (Foto: BG/Abr)
Pengurus PBM Subaili saat menemui mantan PM Malaysia Abdullah Baidawi. (Foto: BG/Abr)

“Perjuangan PBM ini untuk nasib warga Bawean yang ada di Malaysia. Kita sudah berjumpa dengan Tun Abdullah Baidawi untuk memperjuangkan nasib TKI asal Pulau Bawean di Malaysia,” kata Subsili, Jumat (13/5/2015).

Dalam pertemuan waktu itu dengan Datok Abdullah Baidawi, PBM dikatakan telah mengajukan proposal agar disampaiakan kepada Perdana Menteri Malaysia berkaitan dengan kemudahan izin tinggal dan bekerja di Malaysia.

Sebagai pertimbangan, dalam proposal disebutkan bahwa warga Bawean sudah ada di Malaysia jauh sebelum Malaysia merdeka, yaitu sejak 1946. Bahkan, warga Bawean yang tergabung dalam Persekutuan Bawean Selangor ikut andil merumuskan dan membentuk partai UMNO.

“Dalam catatan dokumen sejarah jelas disebutkan bahwa Ahmad Mahdon Hassan (Persekutuan Bawean Selangor) menjadi salah satu wakil dari 29 wakil persatuan melayu yang ikut menggagas dan menumbuhkan UMNO 11 Mei 1946,” pungkasnya. (abr)