KPU Gresik Batasi Sumbangan Untuk Calon Bupati

0
357 views

BeritaGresik.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik membatasi besaran dana sumbangan untuk pasangan calon yang akan bertarung dalam Pilkada. HHal itu dilakukan guna meminimalisasi maraknya politik uang.

Komisioner KPU Gresik Divisi SDM, Hukum dan Masyarakat M Arbayanto, Selasa mengatakan sesuai ketentuan yang berlaku, untuk sumbangan dari perseorangan kepada pasangan calon diperbolehkan hanya sebesar Rp50 juta, sedangkan sumbangan yang bersumber dari badan hukum maksimal Rp500 juta.

“Kami telah mengundang setiap perwakilan partai politik pengusung pasangan calon agar memperhatikan ketentuan ini,” kata Arbayanto di Gresik.

Selain itu, setiap dana yang masuk ke pasangan calon harus dilaporkan, khususnya yang bersumber dari sumbangan agar tidak masuk dalam perkara pidana.

“Jika nantinya sampai ditemukan ada sumbangan yang tidak dilaporkan dan digunakan untuk berkampanye, hal tersebut sudah masuk ke dalam ranah tindak pidana,” ucapnya.

Dikatakannya, KPU Gresik bisa melaporkan pasangan calon kepada pihak terkait atau polisi untuk ditindaklanjuti terkait adanya dana yang masuk.

Lebih lanjut, Arbayanto mengatakan ancaman kepada masing-masing pasangan calon yang melanggar ketentuan bisa dicoret sebagai kandidat pasangan calon di Pilkada Kabupaten Gresik.

“Kita bersikap tegas terkait hal ini, sebab politik uang sudah jelas-jelas melanggar aturan. Oleh karena itu, semua pasangan calon dilarang keras melakukan politik uang,” ucapnya.

Sementara itu terkait jumlah penyumbang, Arbayanto mengaku tidak ada batasan, dan berapa pun jumlah penyumbang kepada salah satu pasangan calon, tetap diperbolehkan, karena yang dibatasi adalah besaran sumbangannya.

Sebelumnya, tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Gresik telah mendaftar sebagai peserta Pilkada ke kantor KPU, masing-masing adalah Khusnul Huluq dan Ahmad Rubai, Sambari Halim Radianto dan Mohammad Qosim serta Ahmad Nurhamim dan Junaidi. [ant/as]