Warga Ring 1 Rembang Tegaskan Dukung ke Semen Indonesia

0
466 views

JAKARTA, BeritaGresik.com  – Setelah sekian lama diam, warga Ring 1 Pabrik Semen Indonesia yang terdiri dari desa Tegaldowo, Timbrangan, Pasucen, dan Kajar di Kecamatan Gunem serta Desa Kadiwono di kecamatan Bulu, mengeluarkan suara bersama dengan menegaskan apabila mayoritas penduduk pada dasarnya sangat mendukung terhadap pendirian pabrik Semen Indonesia di Rembang. Hal itu disampaikan oleh warga Ring 1 di akhir kunjungan silaturahmi ke beberapa tempat di Jakarta seperti kantor PBNU, Komnas HAM, sekretariat PMII, menggunakan angkot sewaan.

“Jumlah warga yang menolak itu sedikit. Tapi ada pihak luar yang mengolah sehingga terkesan besar dan banyak,” kata Dwi Joko, warga Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Rembang, Jumat (10/4/15).

Dikatakan warga Ring 1, selama tiga hari kunjungannya ke sejumlah tokoh, organisasi, dan media nasional di Jakarta, juga menyampaikan hal tersebut . Warga Ring 1 juga mengisahkan bahwa keberadaan tambang bukan hal baru di wilayahnya. Menurutnya, sejak dekade 1970an, pertambangan sudah terjadi di desa-desa tersebut.

“Selama ini, hasil tambang dibawa dan diolah di luar Rembang. Sehingga, dengan kehadiran pabrik Semen Indonesia di Rembang, yang dioah di Rembang sendiri, menjadikan hasil tambang Rembang memiliki nilai tambah yang lebih besar,” lanjutnya.

Meski memahami efek positif kehadiran pabrik semen, warga Ring 1 ini memastikan kunjungan warga Ring 1 ke sejumlah tempat di Jakarta merupakan inisiatif warga sendiri. Sebagaimana diakuinya, kunjungannya untuk menyuarakan suara mayoritas warga yang dirasanya selama ini kurang terakomodir.

“Kami terpanggil untuk bersuara demi harkat dan martabat kami yang selama ini kami diam. Kami tidak ingin ada pengaruh dari luar,” papar Sarki, warga Desa Pasucen.

Meski demikian, warga Ring 1 juga mengakui akan fakta adanya sebagian kecil warga yang kurang setuju dengan pendirian pabrik Semen Indonesia di Rembang. Namun menurutnya, adanya segelintir warga yang masih menolak bukanlah sebagai bentuk perpecahan melainkan dinamika social yang wajar terjadi dimana saja. Hal ini dikatakan Suharti, warga desa Tegaldowo, yang menilai adanya beda pendapat sebagai hal yang lumrah dan menurutnya tidak perlu dibesar-besarkan.

Suharti mencontohkan, pertemuan warga Ring 1 dengan Sukinah yang selama ini menolak Semen Rembang di kantor Komnas HAM di Jakarta berlangsung penuh persaudaraan. Pelukan hangat dan salaman antara warga Ring 1 dengan Sukinah menurutnya salah satu bukti warga yang mayoritas mendukung Semen Indonesia tetap menghargai segelintir warganya yang kurang sependapat.

Pertemuan warga Ring 1 dengan Sukinah di Komnas HAM merupakan hal yang tidak disengaja. Warga Ring 1 yang mendukung pendirian pabrik Semen Indonesia ke Jakarta menggunakan angkot sewaan dan Sukinah yang digambarkan miskin oleh media serta selama ini menolak Semen Indonesia dengan disimbolkan sebagai Kartini ke Jakarta menggunakan pesawat.

“Pelukan itu bukan menunjukkan kami sudah damai dan sependapat. Tapi pelukan itu menunjukkan persaudaraan dan kedamaian kami bertetangga di desa itu tetap terjaga dan di atas perbedaan pendapat di antara kami,” kata Suharti, warga Ring 1 yang menginginkan agar Semen Indonesia lekas berdiri di Rembang. []