2.794 Rumah di Gresik Terendam Banjir

0
1,204 views
Banjir melanda sejumlah desa di Kabupaten Gresik. (Foto: Dok. BG)
Banjir melanda sejumlah desa di Kabupaten Gresik. (Foto: Dok. BG)

BeritaGresik.com – Banjir yang terjadi di Kabupaten Gresik, menyebabkan sekitar 2.794 rumah di enam desa terendam. Banjir ini dipicu meluapnya Kalimas setelah curah hujan cukup tinggi dalam dua hari terakhir.

Camat Driyorejo, Sujarto, mengatakan banjir disebabkan luapan Kalimas setelah curah hujan tinggi sejak dua hari terakhir ini. Luapan Kalimas dikatakan mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 04.00 Wib.

“Air luapan Kalimas mulai memasuki pemukiman warga sekitar pukul 04.00 WIB, dan saat ini terdapat 2.794 rumah warga di enam desa terendam banjir,” kata Sujarto di Gresik,┬áKamis (11/2/2016).

Dia menjelaskan, enam desa yang terdampak masing-masing adalah Desa Bambe, Cangkir, Driyorejo, Krikilan, Sumput, dan Desa Kesamben, dengan ketinggian air di kawasan pemukiman warga mencapai 30 hingga 40 centimeter.

“Dampak yang terjadi sejumlah sekolah terpaksa memulangkan murid-muridnya karena tidak bisa melangsungkan kegiatan belajar mengajar. Tidak hanya itu, akses jalan untuk menuju ke beberapa desa juga lumpuh,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Penjabat Bupati Gresik Akmal Boedianto meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik untuk segera melakukan penanganan terhadap warga yang menjadi korban banjir luapan air Kalimas.

“Saat ini yang terpenting adalah keselamatan warga yang rumahnya tenggelam akibat banjir, maka segera lakukan evakuasi,” kata Akmal, saat meninjau lokasi banjir.

Menutut Akmal, pihaknya telah memberikan sejumlah bantuan berupa sembako yang diterima secara langsung oleh beberapa kepala desa.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Abu Hassan memastikan pihaknya telah menyiapkan mobil siaga bencana, perahu karet untuk evakuasi korban banjir.

“Kami juga siap menyuplai kebutuhan dapur umum di tempat evakuasi berupa bahan baku makanan untuk keperluan memasak. Untuk dapur umum secepatnya akan kami koordinasikan dengan dengan pihak terkait,” ucapnya. (ant/wan)