Pilkada 2015: Kesiapan KPU Gresik Mulai Diragukan

0
614 views

BeritaGresik.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik dinilai tidak siap menggelar pilkada 9 Desember 2015 nanti. Keraguan itu terkait pemutakhiran data pemilih yang amburadul dan masalah alat peraga kampanye (APK) yang hingga kini belum juga terpasang.

“Ini sama saja KPU Gresik tidak siap menggelar pilkada serentak. Masak pemutakhiran data pemilih amburadul. Belumlagi sampai saat ini APK belum terpasang,” kata Al Ushudi dari LSM Forum Kota (Forkot) seperti dilansir sindonews.com pada Kamis (10/9).

Sampai kemarin, Rabu (9/9) belum terlihat APK yang disiapkan KPU Gresik terpasang. Justru yang masih terpasang APK dari pasangan nomor urut satu Sambari Halim Radianto-M Qosim (SQ).

APK calon petahana itu tanpak di Jalan Tridharma dan Jalan KH Syafii Dahanrejo, Kebomas. Kondisi tersebut juga disesalkan oleh Ketua Bappilu DPC Partai Nasdem, Sulaiman. Menurut dia, biaya APK yang diajukan KPU Gresik dalam APBD cukup besar.

Dia menyebutkan, biaya pembuatan alat peraga kampanye tiga pasangan calon mencapai Rp6,5 miliar. “Bila sampai pekan kedua masa kampanye belum terpasang, terus buat apa pengajuan anggaran. Ini sangat merugikan tiga pasangan,” ucapnya.

Kondisi di atas disebut menggambarkan ketidaksiapan KPU Gresik menggelar pilkada serentak untuk Kabupaten Gresik.

Menanggapi hal itu, Komisioner KPU Divisi Pengawasan, Hukum dan SDM M Choiruz Zimam mengatakan, pihaknya segera menyelesaikan APK calon bupati dan wakil bupati. KPU dikaui sudah menerima APK dari masing-masing pasangan calon. Kemudian sudah dilakukan pencetakan APK.

“Saat ini sudah kami terima APK dari masing-masing pasangan calon dan kami akan segera menuntaskan. Jika tidak ada kendala, penyelesaian APK kami prediksi selesai pekan depan,” kata Zimam.

Dia menjelaskan, saat ini pihaknya masih meneliti materi atau design APK yang telah dikirim dari masing-masing tim. Sebab, ada ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan dalam pembuatan APK.

Berdasarkan PKPU nomor 7/2015 tentang kampanye pilkada, yang disebutkan dalam pasal 24, dijelaskannya, bahwa desaign dan materi bahan kampanye harus mencakup visi dan misi calon. [abr/sindo]