Aktivitas PT Gresik Jasatama Dinilai Rugikan Warga

0
881 views

BeritaGresik.com – Keberadaan terminal bongkar muat batu bara yang dikelola PT Gresik Jasatama dinilai sangat merugikan warga karena telah mencemari lingkungan warga sekitar.

Warga bahkan menuding debu yang dihasilkan dari aktivitas bongkar muat batu bara tersebut telah menimbulkan berbagai penyakit yang mulai menyerang warga, seperti asma, gatal-gatal dan saluran pernapasan.

“PT Gresik Jasatama banyak merugikan warga. Banyak timbul penyakit kulit akibat debu bongkar muat batu bara perusahaan tersebut, seperti gatal gatal, paru paru dan infeksi saluran pernapasan,” ujar Lisa (34), warga Blandongan Kecamatan Gresik di kantor Pemkab Gresik, Kamis (10/9).

Menurut dia, keberadaan PT Gresik Jasatama semakin menyengsarakan warga dengan munculnya penyakit yang disebabkan aktifitas bongkar muat tambang batu bara. Karena itu, warga mendatangi kantor Bupati meminta agar aktivitas kegiatan bongkar muat batu bara segera dihentikan.

“Warga sudah merasa bosan dengan janji janji manajemen PT Gresik Jasatama. Dulu pernah diadakan audensi pertemuan, namun sampai sekarang hasilnya nol,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan, jika pihaknya tengah melakukan pertemuan dengan manajemen PT Gresik Jasatama, beserta camat, lurah, tokoh masyarakat, perwakilan warga dan institusi terkait untuk merundingkan tuntutan warga.

Menurut Sambari pihaknya tidak bisa serta merta langsung menutup PT Gresik Jasatama seperti dituntutan warga. “Kalau ditutup nanti gimana dengan pekerjanya, jadi kan nganggur. Makanya, akan kami selesaikan dengan sebaik-baiknya tanpa merugikan pihak manapun,” jelasnya.

Bupati berjanji akan menegakkan aturan dalam penanganan tuntutan warga tersebut. “Aturan tetap aturan, kalau PT Gresik Jasatama merugikan masyarakat itu tidak boleh dan aturan harus di tegakkan,” pungkasnya.

Audiensi kali ini belum membuahkan hasil kesepakatan, pasalnya dari empat kelurahan tersebut ada yg meminta agar segera merelokasi PT Jasatama terminal bongkar muat batu bara dan dana kompensasi atau CSR perwakikan. [wan]