Seniman Nasional Rahman Arge Berpulang

0
389 views

MAKASSAR, BeritaGresik.com – Budayawan senior sekaligus seniman nasional Rahman Arge menghembuskan napas terakhir di kediaman pribadinya Jalan Ade Irma Nasution nomor D 18, Kelurahan Ujungpandang Baru, Makassar, Sulawesi Selatan pada Senin pukul 10.00 WITA.

Almarhum bernama lengkap Abdul Rahman Gega ini meninggal dunia di usia 80 tahun akibat sakit yang dideritanya serta meninggalkan lima orang anak dan 10 cucu.

“Bapak memang mempunyai sakit komplikasi, kanker prostat dan baru baru ini terkena stroke. Sempat dirawat di Rumah Sakit Siloam, setelah agak mendingan dibawa ke rumah untuk rawat jalan,” ujar anak almarhum, Upika Arge di rumah duka dengan mata berkaca-kaca itu.

Ia juga menyebutkan pada Desember 2014 masih sempat ke Jakarta untuk menerima penghargaan dari Taman Ismail Marzuki di Menteng, Jakarta Pusat, namun pada April 2015 kondisi fisiknya mulai menurun.

“Saat itu bapak masih sempat nonton televisi, membaca buku dan melakukan aktivitas seperti biasa tetapi tidak sekuat dulu,” ucapnya.

Anak ke-4 dari lima bersaudara ini juga menuturkan sejak dua minggu sebelum meninggal, ayahnya mulai kesulitan makan, meskipun dipaksakan namun tidak bisa, karena pencernaan sulit menerima.

“Dua Minggu kemarin bapak tidak mau makan, sejak saat ini kami mulai khawatir. Tapi Allah sudah memberikan jalan terbaik untuknya,” tuturnya terlihat sedih.

Selain itu pesan almarhum kepada dirinya agar selalu merawat saudaranya yang menderita abnormal, bahkan pesan yang paling mendalam masih tersimpan di hatinya adalah kata jangan menyerah.

“Bapak selalu berpesan kamu jangan menyerah, bekerja dengan baik dan ikhlas, dan jangan pernah menyerah pada keadaaan,” paparnya sembari menirukan pesan itu kepada wartawan.

Upika juga menunjukkan karya terakhir almarhum berjudul Permainan Kekuasaan yang diterbitkan Kompas Gramedia pada 2008 yang bercerita tentang kekuasaan yang mudah dipermainkan kelompok tertentu.

“Ini buku terakhir bapak yang masih ada kami simpan,” katanya sambil menunjukkan buku tersebut berwarna merah hitam kepada wartawan. [ant/as]