Pemkab Gresik Bertekad Segera Operasikan Lapter Bawean

0
435 views

BeritaGresik.com – Pemkab Gresik bertekad segera mengoperasikan lapangan terbang (lapter) Bawean. Sejauh ini rencana pengoperasian lapter tinggal menunggu izin analisis dampak lingkungan (amdal) dari Pemprov Jatim, karena tahap pembangunan dianggap sudah selesai seratus persen.

Hal itu disampaikan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto saat meninjau langsung kesiapan lapter di Bawean pada Selasa (9/6). Dalam kesemapatan itu, Sambari terlihat didampingi Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim beserta sejumlah pejabat Pemkab Gresik lainnya.

Berdasarkan hasil peninjauan kali ini, Sambari mengatakan bahwa  progres pembangunan lapter sudah seratus persen selesai. Karena itu, lapter Bawean dianggap sudah siap untuk dioperasikan. “Targetnya sebelum lebaran lapter sudah dioperasikan,” kata Sambari.

Menurut dia, keberadaan lapter di Bawean sangat dibutuhkan warga. Sebab, selain jalur laut tidak ada lagi jalur lain yang bisa ditempuh untuk mencapai Bawean. “Kalau musim cuaca buruk kasihan warga Bawean. Makanya lapter ini harus secepatnya dioperasikan,” ujarnya.

Dengan dioperasikannya lapter, warga Bawean yang tinggal di Malaysia atau Singapura akan mudah menempuhnya. “Apalagi menjelang lebaran, pasti banyak yang akan mudik,” jelasnya.

Saat meninjau lokasi, Sambari juga melaporkan progres pembangunan kepada Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf yang batal hadir. Dari laporannya, Sambari meminta pemerintah provinsi membantu proses perizinan ke pemerintah pusat agar bandara segera dioperasikan. Selain itu, Sambari juga menghubungi Katua DPRD Provinsi Jawa Timur dan melaporkan progres pembangunan lapter lewat saluran telepon.

Senada disampaikan Wabup Moh Qosim. Dia meminta agar Pemprov Jatim membantu masyarakat Bawean dengan segera mengoperasikan lapter Bawean, khususnya menyangkut proses perizinan amdal. “Pemkab Gresik berharap Pemprov Jatim bisa melobi pusat agar izin operasional segera dikeluarkan,” kata Qosim.

Lapter Bawean dibanguan di atas bukit di Desa Tangjungori, Kecamatan Tambak. Lapter berbatasan langsung dengan pantai. Landasan lapter memiliki panjang 930 meter dengan lebar 23 meter. Sekarang hanya tinggal proses finishing pengaspalan sekitar 200 meter. Selebihnya dinyatakan siap digunakan untuk aktivitas penerbangan.

Lapter ini nantinya berada dibawah pengelolaan UPTD Bandara Sumenep Trunojoyo di Madura. UPTD yang merupakan kepanjangan tangan dari Kementrian Perhubungan ini juga menyatakan lapter sudah siap dioperasikan. “Secara prinsip sudah bisa dioperasikan,” kata perwakilan UPTD Bandara Sumenep Trunojoyo Dwi Puji S.

Sementara itu, Kadishub Gresik Andy Hendro Wijaya menjelaskan, ada wilayah darat dan udara yang harus diselesaikan di lapter Bawean. Pemkab Gresik, kata Andy, sampai saat ini sudah menyelesaikan sarana prasarana penerbangan darat seratus persen. “Selebihnya tinggal runway dan tempat tunggu antrian penumpang bisa dibangun sambil jalan,” katanya.

Terkait izin amdal pihaknya sudah pernah mengajukan kepada Kementrian Perhubungan, Andy menjelaskan bahwa izin amdal sudah diajukan ke pemprov, sehingga Pemkab Gresik juga belum bisa mengoperasikan.

“Setelah saya tahu langsung saya ajukan ke pemorov. Sekarang kami menunggu prosesnya dan berharap secepatnya selesai,” pungkasnya. [S Kurniawan/15]