“Dhurung” Bangunan Khas Bawean yang Tetap Lestari

0
441 views

BeritaGresik.com – Setiap daerah di bumi pertiwi ini memiliki tradisi atau ciri khas yang bisa ditunjukkan lewat berbagai bentuk, baik berupa makanan, kesenian, pakaian, maupun rumah adat mereka.

Jika di Pulau Jawa, khususnya warga Jawa Timur dan Jawa Tengah memiliki rumah adat dan joglo lengkap dengan bayang atau tempat berkumpul, hal serupa juga dimiliki oleh masyarakat di Pulau Bawean.

Rumah adat mereka bisa diketahui dengan keberadaan Dhurung di depan atau samping rumah. Dhurung adalah nama dari sebuah gubuk yang tidak berdiding. Bangunan ini umumnya terbuat dari kayu atau bambu.

Atapnya berupa rumbai dari daun pohan dalam bahasa Bawean desebut pohon dheun. Dalam tradisi masyarakat Bawean “Dhurung” tersebut sebagai tempat beristirahat, menghilangkan lelah sehabis dari sawah atau melaut.

Dhurung masih banyak dibangun oleh masyarakat Bawen sebagai tempat bersosialisasi dan bagian atasnya sebagai lumbung padi guna melestarikan peninggalan nenek moyang (wan).