Pemohon Dispensasi Nikah di Bawah Umur di Gresik Meningkat

0
745 views
Humas pengafilan agama
Humas Pengadilan Agama Gresik Achmad Shofwan. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Permohonan dispensasi pernikahan bagi pasangan di bawah umur di Kabupaten Gresik semakin meningkat. Hal itu ditengarai karena faktor pergaulan bebas yang kian menjamur di tengah masyarakat.

Akibatnya, pasangan yang seharusnya masih sekolah dipaksa berumahtangga sebelum memenuhi batasan usia minimal pernikahan. Meski tak semua, pemohon dispensasi ini sebagian besar dilakukan pasangan hamil diluar nikah (NBA).

Humas Pengadilan Agama Kabupaten Gresik, Achmad Shofwan mengatakan, kasus dispensasi kawin (DK) didominasi para pelajar. Salah satu penyebabnya pergaulan bebas. Karena itu, penting menamkan iman ke anak sejak usia dini.

“Pengawasan itu tidak hanya saat di bangku sekolah saja, namun juga keluarga yakni orang tua. mereka harus lebih dominan untuk mengawasi anak-anaknya,” jelas Shofwan saat ditemui di kantornya, Kamis (10/3/2016).

Data Pengadilan Agama Kabupaten Gresik memperlihatkan adanya tren kenaikan jumlah pemohon Dispensasi Kawin (DK) selama kurun waktu lima tahun terakhir. Hal itu tercatat pada Panitera Muda.

Pada 2015 terdapat 69 pemohon DK dan diputuskan sebanyak 68. Sedang pada 2016 hingga Februari ada 26 pemohon dan diputus sebanyak 16 pemohon DK. Angka tersebut diprediksi semakin naik akibat situasi yang memungkinkan.

Kebanyakan permohonan Dispensasi Kawin banyak diajukan dari wilayah pedesaan. “Baru-baru ini saja, ada si pemohon justru dari pihak laki-laki, yang mana masih di bawah umurnya dari yang perempuan,” terang Shofwan.

Berdasarkan UU Nomor 1/1974 pasal 7 tentang pernikahan, Dispensasi Pernikahan (DK) ialah permohonan dispensasi bagi calon mempelai yang belum memenuhi ketentuan batasan usia minimal pernikahan.

Ketentuannya, yakni kurang dari usia 19 tahun untuk pria dan kurang dari usia 16 tahun khusus untuk wanita. (wan)