NU Tegas Tolak Gerakan Anti Kebangsaan

0
1,091 views
khalaqoh kebangsaan bertajuk "Menjaga Keutuhan NKRI Tanpa Teror" di Aula Makam Maulana Malik Ibrahim, Gresik, Jumat (9/9/2016).
Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj saat menghadiri Khalaqoh Kebangsaan yang digelar PC Ansor Gresik, Jumat (9/9/2016). (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Organisasi sosial keagamaan terbesar di Tanah Air Nahdlatul Ulama (NU) secara tegas menyatakan penolakannya atas gerakan kelompok anti nasionalisme dan anti kebangsaan bercokol di Indonesia.

Sikap tegas NU tersebut disampaikan Ketua Umum PBNU K.H. Said Aqil Siradj. Ia bahkan mengaku jika pihaknya adalah pencetus gagasan terkait langkah Polda Jatim yang melarang keberadaan kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Mereka kan anti nasionalisme, anti kebangsaan mau membangun khilafah. Ya silahkan, tapi jangan di Indonesia,” tegasnya, dalam khalaqoh kebangsaan bertajuk “Menjaga Keutuhan NKRI Tanpa Teror” di Aula Makam Maulana Malik Ibrahim, Gresik, Jumat (9/9/2016).

Jika memang kelompok tersebut tetap ingin mendirikan sistem pemerintahan khilafah, pihaknya secara prinsip tidak keberatan jika hal itu tidak dilakukan di Indonesia, melainkan di negara-negara lain seperti misalnya di Afganistan.

Sikap penolakan itu, lanjutnya, tidak hanya disampaikan kepada jajaran penegak hukum, tapi kepada pemerintah pusat. Antara lain Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). “Nanti akan diproses secara prosedur,” pungkasnya.

Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim menuturkan, pihaknya secara prinsip sepakat dengan penolakan terhadap kelompok yang bisa meresahkan masyarakat, serta bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam.

“Jadi, kami memberikan dukangan terhadap semua, tidak hanya HTI. Tetapi juga yang lain, yang bisa menimbulkan keresahan masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya tidak gegabah langsung mengambil sikap tegas. Pemkab Gresik masih akan menunggu tembusan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim). “Saat ini tetap akan ditunggu dulu,” jelasnya.

Di lain pihak, Ketua PC GP Ansor Gresik Agus Junaidi mengatakan, sebagai badan otonom pihaknya akan mengikuti aturan dan mendukung langkah PBNU.

“Apalagi ini perda-nya terkait NKRI. Jadi tetap akan kami ikuti. Dan juga sudah ada tim yang melakukan penyelidikan, bahwasanya diduga memang ada kelompok yang anti pancsila, anti NKRI dan lain sebagainya,” jelasnya. (wan)