Air Keruh Sulitkan Pencarian Santri Tenggelam

0
1,413 views
Lokasi santri tenggelam di Bengawan Solo, Tuban.
Lokasi santri tenggelam di Bengawan Solo, Tuban.

BeritaGresik.com – Kondisi air keruh di Bengawan Solo dinilai menyulitkan proses pencarian tujuh santri Langitan, Widang, Kabupaten Tuban, yang dilaporkan hilang setelah perahu yang ditumpanginya tenggelam.

Itu diungkapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Jawa Timur. Selain terganggu kondisi air keruh, proses pencarian 7 korban santri tenggelam juga dipersulit oleh derasnya arus air Bengawan Solo.

“Kondisi keruhnya air Bengawan Solo menyulitkan pencarian dengan cara menyelam, selain juga arusnya deras,” kata Kepala BPBD Tuban Joko Ludiono di di kawasan Ponpes Langitan Widang, Tuban, Sabtu (8/10/2016).

Karena itu, pencarian korban perahu tenggelam di Bengawan Solo dilakukan hanya dengan melakukan penyisiran menggunakan perahu karet. Ada 10 perahu karet yang dikerahkan untuk melakukan penyisiran di Bengawan Solo.

Tim SAR yang terlibat dalam pencarian 7 santri korban perahu tebggelam antara lain, dari Basarnas, Polisi Air Polda Jatim, Polres Tuban, BPBD Tuban, Bojonegoro, Lamongan dan BPBD Gresik.

Joko menjelaskan, lokasi area pencarian dilakukan mulai dari tempat kejadian di kawasan Ponpes Langitan Widang, Tuban, sampai lokasi Bendung Gerak Babat, Lamongan, yang jaraknya sekitar 6 kilometer ke arah hilirnya.

“Berbagai persiapan sudah kita lakukan kalau sewaktu-waktu korban ditemukan akan dilakukan identifikasi korban oleh tim identifikasi DVI dari Polda Jawa Timur,” terangnya.

Tujuh santri yang belum ditemukan yaitu Abdullah Umar (15) asal Bedilan, Gresik M. Afiq Fadlil (19), asal Manyar Gresik Moh. Arif Mabruri (18) asal Sumberrejo Bojonegoro.

Selain itu Muhsin (16) asal Tambaksari Surabaya Rizki Nur Habib (15) asal Kecamatan Percut Seitian, Deli Serdang Sumatera Gresik dan Lujaini Dani (13) asal Manyar, Gresik. (ant/as)