Penuh Antusias Warga Garut Ikuti Edukasi Wirausaha TKI Purna

0
318 views

GARUT, BeritaGresik.com – Warga Garut antusias mengikuti program Pemberdayaan dan Edukasi bagi TKI Purna dak Keluarganya yang diselenggarakan oleh BNP2TKI. Pelatihan diikuti oleh 50 peserta yang merupakan TKI purna yang pernah bekerja di Timur Tengah. Acara pelatihan diadakan selama 2 (dua) hari di Aula Kantor Desa Cipaganti, Kec. Cisurupan, Kabupaten Garut.

Acara tersebut yang merupakan tindaklanjut dari Rapat Koordinasi Pemberdayaan TKI dan keluarganya yang menggunakan konsep pemberdayaan secara terintegrasi dengan menggandeng stakeholders seperti lembaga keuangan perbankan (BRI, BNI, serta BJB), serta mitra lokal profesional bisnis dan industri.

Pelatihan dibuka oleh Kepala BP3TKI Bandung, Delta, turut hadir dalam acara tersebut Amir, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut. Jenis pelatihan yang diadakan dalam program pemberdayaan dan edukasi kewirausahaan ini berupa pelatihan budidaya jamur tiram.

Delta dalam sambutannya menjelaskan tentang manfaat pelatihan edukasi kewirausahaan yang diselenggarakan oleh BNP2TKI.

“Tujuan utama dari program pemberdayaan dan edukasi kewirausahaan ini agar para TKI tidak kembali lagi bekerja ke luar negeri, dan melalui pelatihan ini diharapkan ada perubahan agar TKI dan keluarganya tersebut sejahtera dan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri dengan berwirausaha” ungkap Kepala BP3TKI, Delta.

Delta pun menerangkan bahwa Desa Cipaganti ini merupakan kantong basis TKI Purna dari Timur Tengah. Mengenai jenis usaha pelatihan yang diberikan, Delta menjelaskan, “Budidaya jamur tiram ini dipilih berdasarkan hasil analisa BNP2TKI dan BP3TKI tentang potensi produk lokal serta kemudahan produksi dan pemasarannya, untuk itu kami juga menggandeng mitra lokal profesional yang tahu cara produksi dan pasar untuk memberikan pelatihan pada para TKI Purna”

Pelatihan yang diselenggarakan meliputi pengenalan jamur, perencanaan konstruksi tempat dan media tanam jamur, serta budidaya jamur yang disampaikan oleh Nurfais Almubarok serta Moch. Sofyan Tsauri dari PT. Kowina Supa Rancage.

Nurfais mengungkapkan bahwa kebutuhan pasar di Jawa Barat akan jamur cukup banyak, hanya memang belum bisa dicukupi karena produksinya belum banyak.

“Kebutuhan masih tinggi, mudah-mudahan dari tempat ini bisa memenuhi kebutuhan pasar yang masih tinggi tersebut,” ujarnya.

Peserta pelatihan terlihat sangat antusias mengikuti pelatihan yang saat ini masih berlangsung selama 2 (dua) hari di desa tersebut.

Ridwan yang merupakan salah satu peserta pelatihan mengungkapkan rasa syukurnya atas diadakannya pelatihan ini. “Alhamdulillah pemerintah dalam hal ini BNP2TKI lewat program pemberdayaan TKI Purna ini memiliki perhatian tinggi terhadap para TKI Purna yang sedang berupaya untuk berwirausaha” ungkapnya. []