Masalah Limbah Beracun Luput dari Perhatian DPRD Gresik

0
579 views
Ketua DPRD Gresik Abdul Hamid (tengah) saat pembacaan hasil reses 2015 dalam sidang paripurna, Jumat (8/1/2016). (Foto: BG/Wan)
Ketua DPRD Gresik Abdul Hamid (tengah) saat pembacaan hasil reses 2015 dalam sidang paripurna, Jumat (8/1/2016). (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com– Kabupaten Gresik disebut sebagai salah satu daerah penyumbang limbah berbahaya dan beracun B3 terbesar di Jatim. Namun, hal ini justru tidak menjadi perhatian DPRD Gresik.

Ketua DPRD Kabupaten Gresik Abdul Hamid mengatakan, selama masa reses pihaknya hanya menyoroti masalah yang terkait pendidikan, kesehatan (pelayanan BPJS), banjir dan TPA. Hal itu diungkapkan Hamid, Jumat (8/1/2016).

Sebelumnya, sejumlah aktivis yang tergabung dalam Forum Posko Ijo menyebutkan, sebanyak 66,4 persen beban limbah berbahaya dan beracun atau B3 industri di Jawa Tinur dihasilkan oleh Gresik.

Jumlah beban limbah B3 industri di Gresik mencapai 12,9 jua ton per tahun atau sebanyak 1,1 juta ton per bulan.

Sedangkan jumlah beban limbah B3 industri di Jawa Timur tercatat 19,4 juta ton per tahun atau sebanyak 1,6 juta ton per bulan. Karena itu, Jawa Timur disebut darurat limbah berbahaya dan beracun. (wan)