TNI Ajak Petani Gresik Sukseskan Swasembada Pangan

0
747 views
Foto: BG/Wan
Foto: BG/Wan

BeritaGresik.com – Jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama pemerintah daerah mengajak para petani untuk menyukseskan program nasional swasembada pangan melalui upaya khusus peningkatan produksi padi.

Kali ini Komandan Distrik Militer 0817 Gresik melaui upaya khusus berupaya menukkseskan program swasembada pangan, dengan melakukan tanam serentak padi di di Sebelas Desa yang ada di Kabupaten Gresik. Pelaksanaan kali ini dengan program masa tanam awal menggunakan sistem ‘gejik’ jajar legowo.

Seperti halnya di Desa Suko Anyar Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik, puluhan anggota Kotamil Cerme bersama kelompok tani desa beramai- ramai turun ke sawah. Hadir juga Camat Cerme, Ludiro yang didampingi Kapolsek AKP Irianto membuka pelaksanaan tanam padi serentak.

“Kami mengajak petani untuk bersama-sama mendukung program pemerintah bidang ketahanan pangan menuju swasembada pangan,” kata Kapten Muhammad Jairuddin, Komandan Distrik Rayon Militer (Danramil) Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik saat dilokasi Upaya Khusus (Upsus) padi.

Ia menyebut, dalam upaya mencapai ketahanan pangan, pemerintah saat ini menerapkan sistem pertanian tanam padi jajar legowo. Prinsip dari sistem tanam jajar legowo ini adalah meningkatkan populasi tanaman dengan mengatur jarak tanam, sehingga pertanaman akan memiliki barisan tanaman yang diselingi oleh barisan kosong dimana jarak tanam pada barisan pinggir setengah kali jarak tanam antar barisan.

Danramil menambahkan, penerapan sistem tanam jajar legowo akan memberikan hasil maksimal dengan memperhatikan arah barisan tanaman dan arah datangnya sinar matahari. “Lajur barisan tanaman dibuat menghadap arah matahari terbit agar seluruh barisan tanaman pinggir dapat memperoleh intensitas sinar matahari yang optimal,” katanya.

Foto: BG/Wan
Foto: BG/Wan

Tidak kalah penting, bahwa program ini dilakukan secara serentak di Sebelas Desa di Kabupaten Gresik dengan luas 6000 meter persegi disetiap desa.

“Pelaksanaan ini juga dalam rangka mendukung program ketahanan pangan di wilayah Kodim 0817 oleh para petani. Dalam upaya khusus TNI mensukseskan swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Joko Widodo,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian Kecamatan Cerme,  Sarwo Sugiono, mengatakan sebagai kunci awal karena jika terlambat satu atau dua minggu akan gagal akibat pengaruh iklim.

“Kami merekomendasikan kepada kelompok tani yang mendapatkan program Upsus swasembada ini untuk menerapkan sistem tanam jajar legowo,” terangnya.

Ia menyebut sistem tanam seperti ini merupakan suatu upaya memanipulasi lokasi pertanaman sehingga pertanaman akan memiliki jumlah tanaman pingir yang lebih banyak adanya barisan kosong. Dirinya juga berharap jaringan tersier saluran air dari dinas pertanian yang diharapkan bisa terealisasi 2016 nanti, karena Desa Suko Anyar termasuk lahan tadah hujan.

Foto: BG/Wan
Foto: BG/Wan

Dia melanjutkan, beberapa manfaat penerapan sistem tanam jajar legowo mampu menambah jumlah populasi tanaman padi sekitar 30 persen yang diharapkan akan meningkatkan produksi, akan mempermudah pelaksanaan pemeliharaan, pemupukan dan pengendalian hama penyakit tanaman yaitu dilakukan melalui barisan kosong.

Kemudian, mengurangi kemungkinan serangan hama dan penyakit terutama hama tikus dan menghemat pupuk karena yang dipupuk hanya bagian tanaman dalam barisan.

Sekedar diketahui, pada waktu yang sama jajaran Kodim 0817 bersama pemerintah Daerah Kabupaten Gresik juga melaksanakan serupa. Pj Bupati Akmal Boedianto bersama Komandan Kodim 0817, Latkol ARM Hendro Setiady melaksanakan tanam awal dengan metode jajar legowo di desa Ima’an Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik.

Para kelompok tani desa setempat menanam padi yang di dampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Agus Walujo. (wan)