Ikan Terus Berkurang, Nelayan Gresik Menjerit

0
710 views
Dua orang nelayan sedang memperbaiki perahu. (Foto: BG/Wan)
Dua orang nelayan sedang memperbaiki perahu. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Laju pembangunan yang begitu pesat tidak selalu beriringan dengan tingkat kesejahteraan warga sekitar. Kondisi itu yang kini dialami oleh para nelayan di Kelurahan Lumpur Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik.

Berdirinya sejumlah industri besar di Gresik yang disertai oleh pembangunan pelabuhan khusus justru membuat para nelayan semakin terhimpit. Areal mata pencaharian mereka terus berkurang sejak adanya pelabuhan khusus (Pelsus).

“Pendapatan sekarang ini menurun. Daerah terdekat sudah dipenuhi pelabuhan dan kapal-kapal besar yang antre bongkar muat,” kata Yadi (44), warga Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, Selasa (6/9/2016).

Seperti diketahui, saat ini ada sekitar 5 pelabuhan khusus di wilayah Gresik. Keberadaam Pelsus tersebut berdampak pada peningkatan jumlah kapal yang lego jangkar di pelabuhan Gresik dan di alur pelabuhan barat Surabaya. (APBS).

Akibatnya, para nelayan tradisional yang terdapat di kawasan tersebut harus lebih jauh ke tengah jika ingin menangkap ikan. “Sekarang kalau menangkap ikan itu harus jauh hingga ke wilayah Pulau Bawean dan Madura,” ungkap Yadi.

Menurut dia, semakin jauh wilayah atau lokasi tangkapan ikan, maka biaya yang dikeluarkan nelayan juga meningkat. Misalnya saja biaya untuk membeli bahan bakar dan biaya membeli makan.

Selain itu, banyaknya industri di Gresik juga diduga penyebab berkurangnya ikan di perairan Gresik. “Kalau dulu bisa mendapatkan bermacam jenis ikan dan udang, sekarang untuk mendapat ikan dan udang 1 kilo saja susah,” keluhnya.

Sementara itu, Fatkhur (45), salah satu nelayan di Kelurahan Lumpur, Gresik mengeluhkan minimnya perhatian perusahaan yang beroperasi di kawasan setempat terhadap nasib para nelayan.

“Pelabuhan-pelabuhan ini tidak pernah memberi bantuan berupa jaring atau diesel. Padahal, kami yang dikorbankan dengan langkanya ikan di wilayah sini,” ujar Fatkhur.

Data KSOP Kelas II Gresik mencatat, ada lima Pelsus yang berdiri di Gresik, diantaranya Pelsus PT Semen Gresik, PT Maspion Manyar Gresik, PT Susus PJB Gresik, Pelsus PT Petrokimia Gresik dan PT Wilmar Nabati Indonesia.

Belum lagi Pelabuhan Umum Gresik dan Pelabuhan Internasional di Kasawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Kecamatan Manyar. “JIIPE itu pelabuhan umum, yang Pelsus masih tetap,” kata Nanang Afandi, Kasi Tata Usaha (TU) KSOP Gresik. (wan)