BNNK: Gresik Darurat Narkoba

0
606 views
Rapat kerja pemberdayaan anti narkoba. (Foto: BG/Wan)
Rapat kerja pemberdayaan anti narkoba. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik menilai saat ini Gresik masuk kategori darurat narkoba. Pada tahun lalu saja, sebanyak 379 pengguna barang haram itu masuk daftar rehabilitasi BNNK Gresik.

Hal itu diungkapkan Kepala BNNK Gresik, AKBP Agustianto dalam rapat kerja pemberdayaan Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di ruang pertemuan komplek Pemda Gresik, Kamis (7/04/2016).

Rapat tersebut juga dihadiri anggota Forum Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), termasuk Kapolsek Gresik dan Danramil Gresik, Kebomas dan Kecamatan Manyar. Rapat ini digelar guna menghadapi ancaman bahaya narkoba.

Agustianto menjelaskan, selama tiga bulan terakhir, sebanyak lima pengguna menjalani proses rawat jalan atau rehabilitasi. Mereka terjerat kasus penggunaan zat yang sebagian besar terdiri dari sabu-sabu dan ganja.

“Dan sebanyak dua orang yang masih rawat inap yang masih di rawat oleh keluarga menunggu direhab di balai rehabilitasi BNN diĀ  Lido Bogor dan Badoka Makasar,” ungkap Agustianto.

Melalui program P4GN yang disosialisasikan ke masyarakat diharapkan dapat menekan angka pengguna narkoba di Kabupaten Gresik. Untuk itu, pihaknya berupaya menciptakan penggiat yang bisa memberikan sosialisasi kepada warga.

“Upaya kita adalah penutupan celah celah peredaran narkoba. Untuk itu kita ciptakan penggiat yang bisa memberikan sosialisasi kepada warganya lewat advokasi P4GN,” tambah mantan Wakapolres Blitar itu.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Jatim, Kombespol Saubar Isman mengemukakan, bahwa narkoba menjadi salah satu musuh yang harus dibasmi, termasuk di lingkungan instansi pemerintah.

Untuk meminimasisasi pengguna narkoba di kalangan pegawai negeri sipil (PNS), menurut Saubar salah satunya dapat dilakukan melalui penyaringan secara ketat calon pegawai.

“Kita mengulas Strategi P4GN dalam lingkungan instansi. Hal ini adalah bentuk dan upaya dalam keprihatinan dengan adanya angka jumlah 5,1 juta pengguna narkoba di negeri ini,” terangnya. (wan)