Syekh Zainuddin al-Baweani Dikenal Tawadhu dan Alim

0
904 views
Foto para ulama Indonesia pengajar di Madrasah Darul Ulum Makkah pada tahun 1375 H/1955. Duduk paling tengah Syekh Yasin Isa al-Fadani sebagai mudir atau rektornya. Duduk di samping kiri adalah Syehk Zainuddin Bawean.
Foto para ulama Indonesia pengajar di Madrasah Darul Ulum Makkah pada tahun 1375 H/1955. Duduk paling tengah Syekh Yasin Isa al-Fadani sebagai mudir atau rektornya. Duduk di samping kiri adalah Syehk Zainuddin Bawean.

BeritaGresik.com – Selain memiliki suara yang merdu dan bagus, Syekh Zainuddin juga dikenal sebagai ulama yang tawadhu dan alim. Gurunya, Syekh Amin al-Kurdi, pernah meminta dia untuk melantunkan qashidah yang memuji Rasulullah SAW.

Beliau kemudian dipercaya menjadi muballigh di beberapa daerah di negeri Hijaz, hingga ke negeri Yaman dan Indonesia. Syekh Zainuddin juga dikenal sebagai penulis beberapa karya kitab.

Di antaranya al-Fawaidu-z-Zainiyah ala Manzhumati-r-Rahbiyah dalam soal hukum waris, Faidhu-l-Mannan fi Wajibati Hamili-l-Quran, al-Ulumu-l-Wahbiyah fi Manazili-l-Qurbiyah, Ghayatu-s-Sul liman yuridu-l-Ushul ila barri-l-ushul, musyahadatu-l-lmahbub fi tathhiri-l-qawalibi wa-lqulub, dan Ghayatu-l-Wadad fi ma li Hadza Wujudi mina-l-Murad.

Syekh Zainuddin Bawean menghabiskan masa tuanya di Makkah. Namanya selalu menjadi bahan pembicaraan di kalangan ulama Makkah dan sekitarnya. Sewaktu masih hidup, para ulama dan santri jamaah haji asal Indonesia selalu menyempatkan diri bersilaturahim kepada beliau.

Tujuan kedatangan mereka yakni mencari berkat dan membaca sedikit dari kitab suci al-Quran, sebab Syekh Zainuddin merupakan seorang yang ahli qira’at. Ada pula yang meminta memperoleh ijazah ammah dari beliau, meski ia dikenal tidak gampang memberi ijazah kepada orang lain.

Syekh Muhammad Zainuddin Bawean wafat pada tahun 1426 H/2005. Jenazah beliau dishalatkan di Masjidil Haram dan dimakamkan di Pemakaman Ma’la kota Mekah. [as]