Nelayan Tradisional Bawean Mulai Kesulitan Mencari Ikan

0
840 views
Sejumlah nelayan tradisional melaut di perairan Pulau Gili, Bawean, Gresik, Sabtu (6/1/2016). (Foto: BG/Wan)
Sejumlah nelayan tradisional melaut di perairan Pulau Gili, Bawean, Gresik, Sabtu (6/1/2016). (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Belakangan ini nelayan tradisional Bawean mulai dibuat resah maraknya praktik menangkap ikan dengan cara menggunakan bahan kimia mematikan, yang dapat merusak ekosistem laut di Pulau Bawean.

Jaka, salah satu nelayan Pulau Bawean mengatakan, dampak maraknya praktik menangkap ikan menggunakan bahan berbahaya kini mulai dirasakan nelayan Bawean. Nelayan tradisional mulai kesulitan dalam mencari ikan di laut.

Akibatnya, pendapatan nelayan terus menurun. Hal itu disebabkan ekosistem laut Bawean belakangan mulai banyak yang rusak. Banyak ditemukan karang rusah di sekitar perairan Bawean.

“Dulu kita mencari ikan cukup di pinggir saja, tapi sekarang kita harus jauh ke tengah laut baru bisa ketemu ikan. Ini karena karang di pinggir sudah banyak yang rusak,” kata Jaka, Sabtu (6/2/2016).

Menurut dia, perlu ada upaya serius dari pihak berwenang untuk menindak setiap tindakan yang dapat merusak ekosistem laut. Jika tidak, cerita tentang Bawean kaya akan ragam biota laut hanya akan menjadi dongeng bagi anak cucu. (wan)