Jamaah Haji Gresik yang Bawa Uang Rp6 Miliar Dibebaskan

0
5,152 views
Ilustrasi jamaah haji Indonesia.
Ilustrasi jamaah haji Indonesia.

BeritaGresik.com – Tiga orang jamaah haji asal Gresik, kloter SUB 39, yang sempat tertahan pihak imigrasi Bandara Amir Mahmud bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah karena kedapatan membawa uang sebesar Rp6 miliar akhirnya bebas.

Kepala Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Ahmad Dumyathi Basori mengatakan, uang itu ternyata donasi dari seorang saudagar Arab Saudi untuk masjid, yayasan dan panti asuhan yatim piatu di Indonesia.

Ketiga warga Gresik itu adalah Ansharul Adhim Abdullah (47), warga Tebaloan Duduksampean Gresik, Sri Wahyuni Rahayu (36), warga Duduksampean dan Rochmat Kanapi Podo (58), warga Dusun Betiring, Desa Banjarsari, Cerme, Gresik.

Mereka kedapatan membawa uang dalam bentuk Dollar, Euro dan Riyal, melebihi ketentuan pihak imigrasi Arab Saudi sebanyak 60.000 Riyal.

“Uang itu merupakan sumbangan dari seorang saudagar dan juga donatur di Saudi Arabia, yang diamanatkan kepada Ansharul Adhim Abdullah untuk pembangunan masjid, yayasan dan panti asuhan yatim piatu,” kata Dumyathi di Madinah, Selasa (4/10/2016) sore.

Dana tersebut oleh Ansharul, kemudian dibawakan kepada istrinya, Sri Wahyuni dan Rochmat Kanapi Podo.

Seperti diketahui, Senin, 3 Oktober 2016 pukul 11.30 waktu setempat, mereka ditahan oleh petugas imigrasi dan dibawa ke ruang kantor polisi bandara untuk dimintai keterangan terkait dengan kepemilikan uang yang dibawa.

Uang tersebut sebanyak 50.000 Dollar, 378.000 Euro dan 17.000 Riyal atau setara dengan Rp 6.235.971.394,00. Oleh Ansharul, sebanyak 348 ribu Euro dan 17 ribu Riyal dititipkan kepada istrinya.

Kemudian, sebanyak 50 ribu Dollar dan 10 ribu Euro dibawakan kepada Rochmat Kanapi, dan sisanya dibawa sendiri. Setelah diperiksa, Selasa, 4 Oktober 2016, tiga orang jamaah haji tersebut dibebaskan. (zr)