Abdul Qadir Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Bawean

0
296 views
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pulau Bawean, Gresik, Minggu (5/6/2016). (Foto: BG/Abr)
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pulau Bawean, Gresik, Minggu (5/6/2016). (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI yang sekaligus Anggota DPD RI perwakilan Jawa Timur, Abdul Qadir Amir Hartono, menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Minggu (5/6/2016).

Sosialisasi yang digelar di Aula Mambaul Falah Tambilung ini ini menggandeng Kodim 0817 Kabupaten Gresik. Tanpak hadir dalam kesempatan itu ratusan peserta yang terdiri dari kalangan siswa, guru, serta masyarakat umum.

Dalam kesempatan itu, Abdul Qadir mengajak masyarakat agar mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya. Sebab, menurut dia, kemerdekaan ini diraih dengan pengorbanan yang sangat besar, baik itu jiwa maupun raga.

(Foto: BG/Abr)
(Foto: BG/Abr)

Pria yang akrab dipanggil Gus Anton ini menceritakan sejarah bangsa ini dalam merebut kemerdakaan. “Dalam situasi genting seperti itu, Bung Karno sampai diculik kelompok pemuda untuk segera memproklamasikan kemerdekaan,” kata Gus Anton.

Disamping itu, dia juga menekankan pentingnya mengimplementasikan empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, akan tercipta kehidupan masyarakat yang rukun, aman dan tentram.

Komandan Kodim 0817, Letkol Arm Hendro Setyadi menekankan agar warga semakin mempertebal semangat cinta tanah air dan bangsa. Sebab, kondisi negara yang aman seperti sekarang ini suatu saat nanti bisa saja berubah.

Selain itu, Hendro mengingatkan bahwa negara besar seperti Indonesia yang memiliki kekayaan SDA menjadi incaran negara-negara luar. Karena itu, semua elemen warga harus waspada dan meningkatkan semangat nasionalisme.

“Bangsa kita merupakan incaran dari negara luar, dan negara yang punya SDA yang kaya seperti Indonesia, sehingga kita semua perlu waspada akan ancaman-ancaman baik yang datangnya dari luar maupun dari dalam,” ucapnya.

Warga Bawean juga diingatkan agar tidak terlena dengan serbuan budaya dari luar. Apalagi Indonesia saat ini dalam status darurat narkoba.

“Saya titip tolong dijaga Bawean dari pengaruh-pengaruh dari luar,” ujarnya.

Ketua PCNU Bawean Moh. Fauzi Rauf menambahkan, konsep nasionalisme dari perspektif agama khususnya perspektif NU sudah tidak ada masalah. Bagi NU, terang Fauzi, NKRI itu harga mati.

“Saya rasa hanya NU yang berani mengungkapkan statemen seperti itu,” imbuhnya. (abr)