Survei LPKS: Berkah Ungguli Pasangan Sambari-Qosim

0
2,018 views
Rilis survei LPKS (Foto: BG/Wan)
Rilis survei LPKS (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Lembaga Pusat Kajian Sosial (LPKS) mengaku melakukan survei elektabilitas calon bupati dan wakil bupati Gresik pada 15-30 November 2015. Hasilnya menunjukkan elektabilitas pasangan Husnul Khuluq-Achmad Rubaie (Berkah) mengungguli Sambari Halim Radianto-Moh. Qosim (SQ) dan Ahmad Nurhamim-Junaidi (Arjuna).

Elektabilitas pasangan nomor urut 2 yakni Berkah, versi LPKS, mencapai 49,4%, pasangan nomor 1 SQ sebesar 38,2 % dan pasangan nomor 3 Arjuna memperoleh elektabilitas sebesar 3,4%. Sementara 9% masyarakat lainnya belum menentukan pilihan.

“Survei yang dilakukan LPKS ini berdasarkan beberapa indikator. Tapi, yang paling menonjol pengaruhnya sehingga incumbent kalah dengan Berkah adalah rendahnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik,” kata Ketua LPKS, Achmad Mustar di Resto The Legend, Gresik, Jumat (4/12/2015).

Berdasarkan hasil survei ini juga, Mustar memaparkan, bahwa kepuasan publik terhadap incumbent SQ hanya mencapai 37%. Sedangkan masyarakat yang menyatakan tidak puas sebanyak 56%. Sementara 7% lainnya mengaku tidak tahu.

Selain itu juga dikatakan keinginan untuk memilih incumbent hanya 36%, lalu 51% tidak memilih, dan 15% tidak tahu. Sedangkan mereka yang akan memilih pasangan calon berdasarkan politik uang (money politic) sebesar 41%, tidak money politic 38%  dan tidak tahu sebesar 21%.

Survei yang dilakukan secara acak ini digelar sejak pertengan hingga akhir November lalu atau sekitar tiga pekan jelang pelaksanaan Pilkada Gresik 2015 . Jumlah responden pada survei ini adalah 500 dengan margin of error sebesar 4,74%.

Sementara itu, Pakar Politik Unair Prof. Hotman Siahaan mengatakan, seharusnya survei tidak menempatkan pasangan calon secara terpisah, melainkan berpasangan. “Seharusnya dilakukan berpasangan, karena yang bertarung itu berpasangan,” kata Hotman.

Dia juga mengomentari praktik money politic dalam pilkada. Menurut dia, praktik itu lumrah dilakukan. Namun, toleransi money politic dalam tingkatan tertentu. Hotman juga menyoroti survei yang dilakukan LPSK karena tidak memasukkan tingkat popularitas calon dalam variabel survei.

Hasil survei LPKS berbanding terbalik dengan hasil survei yang dirilis LSI (Lingkaran Survei Indonesia) sebelumnya, dimana pasangan nomor urut 1, SQ menempati urutan pertama, yakni 56%, lalu disusul pasangan nomor urut 2 Berkah sebesar 17% dan pasangan nomor urut 3 Arjuna 6%. [wan]