Menelusuri Sejarah Warga Bawean di Malaysia

0
1,922 views
Suasana Pelabuhan Bawean tahun 1900-1940 ketika akan berangkat naik haji ke Mekah. (Sumber : Tropen Museum Belanda)
Suasana Pelabuhan Bawean tahun 1900-1940 ketika akan berangkat naik haji ke Mekah. (Sumber : Tropen Museum Belanda)

BeritaGresik.com – Masyarakat Bawean memiliki ikatan sejarah yang cukup panjang dengan Negeri Jiran Malaysia. Itu terlihat dari banyaknya orang keturunan Bawean yang saat ini tinggal di Malaysia. Tidak sedikit di antara mereka yang sudah berpindah kewarganegaraan.

Pulau Bawean di wilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, juga dikenal sebagai Pulau Puteri. Karena sebagian besar penghuninya adalah perempuan. Para lelaki lebih banyak merantau ke luar negeri seperti ke Malaysia dan Singapura. Sebagian lagi ke pulau Jawa.

Masyarakat Malaysia lebih mengenal Bawean dengan sebutan Boyan. Orang Bawean merupakan satu kelompok kecil dari masyarakat Melayu yang berasal dari Pulau Bawean yang terletak di antara Pulau Kalimantan dan Pulau Jawa.

Lantas sejak kapan orang Bawean merantau ke Malaysia? Hingga kini belum ada catatan resmi tentang kedatangan orang Bawean ke Malaka, karena tidak ada catatan sejarah mengenai hal itu. Demikian seperti dilansir wikipedia.org.

Namun, terdapat sejumlah pendapat mengenai kedatangan orang Bawean ke Malaka. Pendapat pertama, ada orang Bawean bernama Tok Ayar datang ke Malaka pada 1819. Pendapat kedua mengatakan, orang Bawean datang pada 1824, yakni semasa penjajahan Inggris di Malaka.

Dalam catatan Pemerintah Koloni Singapore pada 1849 terdapat 763 orang Bawean. Sementara itu, catatan Persatuan Bawean Malaysia PBM), terdapat sekitar 3.161 orang Bawean yang sudah berada di Malaysia pada tahun 1891.

Mereka banyak tersebar di Kuala Lumpur, Johor Bharu, Melaka, Seremban dan Ipoh. Pendapat ketiga mengatakan, orang Bawean sudah ada di Malaka sebelum 1900, dan pada tahun itu sudah banyak orang Bawean yang tinggal di Malaka.

Masyarakat Bawean umumnya tinggal di kota atau daerah yang dekat dengan kota, seperti di Kampung Mata Kuching, Klebang Besar, Limbongan, Tengkera dan kawasan sekitar Rumah Sakit Umum Malaka. Selain di Malaka, orang Bawean juga tersebar di Lembah Klang, seperti di Ampang, Gombak, Balakong dan Shah Alam.

Mereka membeli tanah dan membangun rumah secara berkelompok. Banyak di antara anak-anak orang Bawean yang lahir di Malaysia telah menjadi warga negara Malaysia. Perantau-perantau yang datang dari tahun 90-an ada yang telah menerima status penduduk tetap.

Ada banyak tokoh dan publik figur keturunan warga Bawean di Malaysia, salah satunya Datuk Aziz Sattar, bintang film legendaris Malaysia dan Presiden Persatuan Artis Veteran Malaysia yang meninggal dunia setahun lalu.

Selain itu ada juga Mahali. Pemain tim nasional Malaysia itu dikenal di Indonesia dengan latar belakangnya yang masih memiliki garis keturunan asal  Bawean, salah satu pulau yang masuk dalam Kabupaten Gresik. [zr]