Pancasila Dapat Tempat Khusus di ASEAN Roundtable Forum

0
585 views

BeritaGresik.com – Presentasi yang disampaikan Nazaruddin Nasution, M.A tentang “Moderate Islam and Pancasila in Indonesia” dalam ASEAN Roundtable Forum menarik perhatian peserta yang hadir. Wakti itu, hanya Indonesia yang diberikan waktu khusus mempresentasikan ideologi negaranya.

“Kita harus berterima kasih pada seluruh pendiri Indonesia yang telah mewariskan Pancasila,” kata Nazaruddin setelah presentasinya di Ruangan Treaty, Kementerian Luar Negeri Malaysia, Minggu siang ini (04/10).

Nazaruddin yang merupakan teman akrab Almarhum Nurcholish Madjid ini menjelaskan satu persatu sila dalam Pancasila. Sayang waktunya yang dibatasi menjadikan penjelasan kurang maksimal, padahal seisi ruangan antusias menyimak.

Dia memberikan banyak contoh bahwa Pancasila berhasil mempersatukan segala perbedaan di Indonesia hingga kini. Mantan aktivis ini berharap agar anak muda Indonesia mampu menjelaskan Pancasila kepada teman-temannya di ASEAN.

“Pancasila ini dapat dibaca dan dipelajari oleh anak-anak muda di ASEAN, karena mengandung nilai-nilai yang jika dipraktekan dengan baik akan mampu menjaga perdamaian ASEAN dan dunia”, Kata Nazaruddin Nasution yang juga penulis buku “Dari Aktivis Menjadi Diplomat” ini.

Usulan lain dari Indonesia dalam forum itu adalah perlunya memaksimalkan pemanfaatan internet dan media sosial untuk integrasi ASEAN. Hal ini disampaikan oleh Hariqo Wibawa Satria dari Komunitas Peduli ASEAN (@ASEANcom2015).

Menurut Hariqo Wibawa, media sosial dapat mempercepat integrasi ASEAN yang produktif, namun media sosial juga bisa merusak integrasi ASEAN.

“Bukan hal yang tidak mungkin, jika pemicu ketegangan antarnegara ASEAN terjadi karena media sosial, atau bisa saja ada pihak yang ingin ASEAN tidak stabil, kita harus cek segala informasi yang disebarkan tentang suatu Negara,” jelas Hariqo yang juga Direktur Eksekutif Komunikonten ini.

Karena itu ia mengusulkan agar ada semacam kesepahaman untuk menggunakan media sosial dengan benar di ASEAN. “Di media sosial kita juga bisa cek berapa banyak yang membicarakan, mengkritik ASEAN,” pungkasnya. [zr]