Pemkab Gresik Tagih Janji CSR Perusahaan

0
534 views
(Foto: Istimewa)
(Foto: Istimewa)

BeritaGresik.com – Pemkab Gresik akan menagih janji perusahaan kepada masyarakat terkait program coorporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan sekitar.

Hal ini dikemukakan Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Indah Sofiana saat menerima rombongan DPRD Kabupaten Rembang ketika berkunjung ke Pemkab Gresik guna mempersiapkan ranperda tentang CSR, di Gresik, Rabu (3/8/2016).

Menurut dia, Badan Lingkungan Hidup akan mendata janji perusahaan kepada masyarakat saat mengajukan ijin. Selanjutnya, akan berkoordinasi dengan Badan Perijinan dan Penanaman Modal (BPMP) Gresik untuk menagihnya.

“Ketika mereka sudah beroperasi dan janji itu belum dipenuhi, maka BPMP akan menagihnya kepada perusahaan tersebut. CSR tidak diberikan dalam bentuk uang, tapi dalam bentuk barang,” kata Indah.

Dia menyebutkan, jumlah dana CSR yang terdata di Bapeda Gresik sebesar Rp. 31.199.528.889 hingga 2014 lalu. Jumlah itu hanya laporan dari 18 Perusahaan. Padahal, ada sekitar 4.000 perusahaan yang wajib mengalokasikan dana CSR.

“Kami yakin masih banyak Perusahaan yang sudah melaksanakan program CSR tapi belum terdata. Ada beberapa perusahaan yang berinisiatif membagikan dana CSR sendiri yang belum sempat melaporkan,” jelasnya.

Lebih lanjut Indah menjelaskan, bahwa pemanfaatan CSR perusahaan hanya untuk program dan pembangunan yang tidak didanai oleh APBD.

“Mereka bergabung dalam Musrenbang dengan pemerintah di kecamatan. Saat Musrenbang itulah beberapa program dibagi mana yang didanai APBD dan mana pembangunan yang didanai CSR,” paparnya.

Dalam program CSR, perusahaan di Gresik bergabung ke sebuah kelompok. Misalnya, di wilayah Gresik Selatan ada kelompok Warugunung yang anggotanya beberapa perusahaan dari wilayah Wringinanom, Driyorejo dan sekitarnya.

Sedangkan di Utara ada juga kelompok Formula Pertama yang mengadopsi Perusahaan yang ada di wilayah Kecamatan Manyar. Tiap kelompok perusahaan tersebut biasanya selalu mengadakan pertemuan secara berkala.

Kemudian, di tiap kecamatan masing-masing Sekretaris Kecamatan menjadi pimpinan CSR dari kelompok perusahaan yang ada di wilayahnya. Mereka dibantu perwakilan perusahaan. (as)