30 Mahasiswa UGM Jalani Program KKN di Bawean

0
555 views

BeritaGresik.com – Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta akan menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Bawean selama dua bulan. Pemerintah Kabupaten Gresik berharap mereka bisa menciptakan teknologi pasca-panen yang bisa diaplikasikan untuk masyarakat di sana.

Sebelum berangkat ke Pulau Bawean, para mahasiswa terlebih dahulu beraudiensi dengan Bupati Gresik Sambari Halim Rudianto beserta jajaran Kepala SKPD. Mereka didampingi seorang dosen Pembimbing yaitu Prof. Dr. Ir. Achmadi Priyatmojo, M.Sc.

Menurut Priyatmojo, program KKN mahasiswa UGM Yogyakarta ke Pulau Bawean yaitu ke Kecamatan Tambak merupakan program tahunan. Kali ini diikuti sebanyak 30 mahasiswa yang terdiri atas 17 laki-laki dan 13 perempuan.

Mereka terdiri dari berbagai fakultas yang terdapat di Kampus UGM, yaitu Fakultas Sain dan Teknologi, Kesehatan, Agro dan Sosio Humaniora. “Kami salah satu kelompok dari 6554 kelompok KKN UGM 2015” kata Priyatmojo di Kantor Bupati Gresik, Jumat (3/7).

KKN kali ini mengusung tema “Pembentukan Desa Mandiri Pangan”. Bupati Sambari berharap mereka bisa menciptakan teknologi pasca panen yang bisa diaplikasikan untuk masyarakat Bawean. “Kalau anda sukses, tidak akan ada lagi padi busuk dalam penyimpanan,” ujar Bupati.

Sambari juga memberikan beberapa peta obyek wisata di Pulau Bawean. “Dibawean ada 19 objek Wisata, 3 air terjun dan 2 sumber air panas. Disana juga ada penangkaran rusa seluas 3 hektar yang dihuni 17 rusa. Disana juga ada terumbu karang dan cocok untuk snorkeling” jelasnya.

Kepada Bupati Sambari, Mahasiswa Fakultas Sospol UGM Yusuf Awaludin sempat menanyakan banyaknya masyarakat Bawean yang ke luar negeri, meski di Gresik banyak Industri. Dia juga mengaku pernah ke Bawean melihat produksi padi di sana surplus, bahkan ada yang membusuk dilumbung.

Menanggapi hal itu, Bupati menyebut peristiwa padi membusuk di lumbung sebagai salah satu indikator sukses pertanian sehingga produksi padi surplus. Sementara tentang banyaknya masyarakat Bawean yang ke luar negeri, hal ini karena sudah ada sejak dulu dan turun temurun.

Namun, saat ini menurut Sambari jumlah masyarakat Bawean yang bekerja ke luar negeri sudah mulai menurun. “Untuk saat ini para pemuda Bawean sudah jarang yang berangkat kesana, dan banyak yang mulai mencari nafkah di dalam negeri” terang Sambari. [kabgresik/as]