PLN Bawean Harus Terbuka Soal Penyebab Listrik Padam

0
332 views
Ratusan warga berkumpul di sekitar Kantor Polsek Tambak. Mereka menunggu hasil pembicaraan antara perwakilan warga dengan petugas PLN yang dimediasi pihak kepolisian, Minggu (3/1/2016) malam.
Ratusan warga berkumpul di sekitar Kantor Polsek Tambak. Mereka menunggu hasil pembicaraan antara perwakilan warga dengan petugas PLN yang dimediasi pihak kepolisian, Minggu (3/1/2016) malam.

BeritaGresik.com – PLN Rayon Bawean diminta transparan soal pemadaman listrik yang sering terjadi di Bawean, khususnya di kawasan Kec. Tambak. Tindakan itu dinilai sangat merugikan masyarakat selaku konsumen.

Staf Anggota DPR RI asal Bawean, Ibnul Mufid mengatakan, masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan alasan gangguan kelelawar yang selama ini kerap dikemukakan pihak PLN. Alasan itu dinilai sangat tidak masuk akal dan terkesan mengada-ngada karena terjadi tiap tahun.

“Alasan kelelawar sudah sering disampaikan pihak PLN sejak beberapa tahun silam. Itu terus diungkapkan setiap kali musim mangga, seolah PLN kehabisan akal untuk menyelesaikan masalah tersebut,” kata Mufid kepada BeritaGresik.com di Jakarta, Senin (4/1/2016).

Menurut dia, sebelumnya PLN melakukan pemadaman listrik bergilir merata di seluruh Bawean dengan alasan kapal pengangkut bahar bakar mengalami insiden sebelum berlabuh ke Pulau Bawean. Alasan kecelakaan yang menyebabkan pasokan gas terganggu, terang Mufid, masih bisa dipahami oleh masyarakat.

“Tapi anehnya, pemadaman listrik madih terus terjadi dengan alasan gangguan kelelawar setelah pasokan bahan bakar gas normal kembali. Anehnya lagi, gangguan itu seolah hanya terjadi di luar kawasan kota Sangkapura. Ini ada apa?” tanya Mufid.

Karena itu, perwakilan kaukus muda Bawean di Jakarta itu menekankan agar pihak PLN Bawean transparan terkait kasus pemadaman yang sering terjadi belakangan ini. Sebab, di kalangan masyarakat sudah muncul kecurigaan bahwa pemadaman terjadi karena PLN tidak mampu memenuhi kebutuhan yang ada.

“Ada dugaan jika hal itu (pemadaman) dipicu oleh praktik curah listrik atau penyambungan secara ilegal. Bahkan ada indikasi mereka sengaja dibiarkan karena main mata dengan oknum PLN. Jika itu benar, maka penegak hukum atau polisi harus menindaknya sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Mufid.

Namun demikian, jika kecurigaan publik atas adanya praktik ilegal itu tidak benar, Mufid meminta agar pihak PLN menyampaikan secara terbuka ke publik penyebab pemadaman listrik di Bawean dengan alasan yang tepat, sesuai dengan fakta yang ada. Dengan begitu, warga dapat memaklumi permasalahan yang ada.

“Kami memahami tindakan masyarakat yang sempat menahan petugas PLN kemarin itu. Mereka sangat dirugikan dengan kondisi PLN Bawean yang belakangan sering mati. Apalagi dengan alasan yang sama, yaitu gangguan kabel penyulang oleh kelelawar,” imbuhnya. (as)