Benua Atlantis Diyakini Terletak di Pulau Bawean

0
2,839 views
Buku Atlantis The Lost City (Foto: Istimewah)
Buku Atlantis The Lost City (Foto: Istimewah)

BeritaGresik.com – Penulis buku berjudul “Atlantis The Lost City Is In Java Sea Dhani Irwanto menyebutkan, Benua Atlantis yang hilang di bawah laut terletak di Pulau Bawean. Dia bahkan menilai Pulau Bawean memiliki kemiripan dengan Atlantis hingga 95% lebih.

“Berdasarkan referensi Plato, Benua Atlantis berada di daratan yang rata dan halus, serta memiliki turunan menuju laut dan dikelilingi oleh pengunungan yang indah, besar dan kecil,” kata Dhani, Rabu (2/12/2015).

Menurut dia, pegunungan yang indah itu identik dengan Pegunungan Muller Schwaner dan Meratus. Plato juga menyebutkan, dataran Atlantis ini menghadap ke selatan dan terlindung di sebelah utara berbentuk persegi dan lonjong.

“Panjangnya 555 kilometer dan lebarnya 370 kilometer. Plato juga menyebutkan bahwa sungai-sungai di Atlantis berasal dari Pegunungan Muller Schaner dan Meratus,” ungkapnya.

Penggambaran Plato ini dinilainya sesuai dengan kondisi alam kepulauan Jawa, Sumatera, dan Kalimantan saat masih bersatu. Saat itu, sungai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

“Atlantis diperkirakan berada di atas Pulau Bawean, di sekitar Pulau Kalimantan. Ini sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan Plato, bahwa Atlantis terletak dalam sebuah selat yang memiliki pelabuhan,” terangnya.

Secara kondisi lingkungan, formasi geologi, dan kegiatan tektoni, Pulau Bawean dinilai memiliki kemiripan dengan Atlantis hingga 95% lebih. Apalagi, Atlantis disebutkan tenggelam akibat gempa dan tsunami yang luar biasa.

“Hal itu semakin dikuatkan karena ternyata Pulau Bawean yang terbentuk di masa Paleogen dan Neogen melalui proses tektoknik yang disebabkan oleh patahan ekstensional di Laut Jawa dan Kalimantan,” paparnya.

Dhani Irwanto menunjukkan buku Atlantis The Lost City (Foto: Istimewah)
Dhani Irwanto menunjukkan buku Atlantis The Lost City (Foto: Istimewah)

Dia melanjutkan, menurut Plato di Atlantis terdapat tiga batuan berwarna putih, hitam, dan merah. Namun Plato tidak menyebutkan secara detail jenis batu yang dimaksud. Di Pulau Bawean, bebatuan itu juga ada.

“Karena pulau ini terdiri dari 85% batuan beku, seperti batuan berwarna putih (asam), hitam (basa), dan merah (oksida besi). Namun hingga kini saya belum pernah menyelami kawasan itu, karena daerahnya cukup berbahaya,” ucapnya.

Lebih jauh ahli hidrologist Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menyimpulkan, Atlantis yang berukuran seperti provinsi ini telah tertutup terumbu karang setinggi 50 meter lebih. Menurutnya dibutuhkan peralatan canggih dengan teknik selam tinggi untuk bisa melihatnya. [zr]