23.419 Bidang Tanah Program PTSL di Gresik Belum Terselesaikan

Rapat Koordinasi Program PTSL di Ruang Mandala Bakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Selasa (3/9/2019). (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Kendati sudah menyelesaikan ribuan sertifikat serta peta bidang tanah, namun masih banyak yang harus diselesaikan Kantor Pertanahan Gresik. Hingga kini masih ada 23.419 bidang tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang belum terselesaikan.

Untuk mempercepat program tersebut, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim pun ikut turun tangan. Pemkab Gresik dan Kantor Pertanahan Gresik mengundang sebanyak 42 kepala desa dari 6 kecamatan untuk mengikuti Rapat Koordinasi di Ruang Mandala Bakti Praja Kantor Bupati Gresik, Selasa (3/9/2019).

Di kesempatan itu, Sambari meminta kepada seluruh jajaran di tingkat kecamatan dan desa untuk bekerjasama menyukseskan program PTSL. Menurut Sambari, program PTSL merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dengan mengantongi sertifikat yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan, masyarakat memiliki kepastian hukum atas kepemilikan tanahnya. Selain itu, kepemilikan sertifikat juga akan meningkatkan nilai tanah masyarakat.

“Mohon untuk para kepala desa serta semuanya yang terlibat dalam program PTSL ini untuk mendukung dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya. Bagaimana, anda sanggup melaksanakan program ini?” tanya Sambari yang dijawab serempak sanggup.

Demikian halnya dengan Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim, dia juga meminta agar semua pihak mendukung program tersebut, terutama camat, kepala desa serta para perangkat desa.

“Program ini selain untuk kepentingan masyarakat, juga akan memberikan nilai tambah bagi pemerintah dari perolehan Pajak Bumi Bangunan. Masyarakat hanya dibebankan sedikit biaya pendaftaran. Dibandingkan mengurus sendiri yang mencapai puluhan juta,” kata Qosim.

Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik Asep Heri mengatakan, dari target tahun 2019 yang telah dialokasikan di Kabupaten Gresik yaitu sebanyak 63.000 peta bidang tanah serta 53.500 sertifikat yang juga harus selesai.

“Sampai saat ini masih 23.419 yang belum terselesaikan. Kami tergetkan sampai 20 September 2019 semuanya harus selesai. Saya akan turung langsung ke desa-desa kalau perlu door to door ke masyarakat untuk mengejar target yang sudah kami sepakati,” ucapnya serius.

Kepada puluhan staf Kantor Pertanahan Gresik yang juga hadir pada rakor ini, Asep meminta kesanggupan mereka untuk lembur serta bermalam di desa agar program PTSL selesai sesuai target.

“Bagaimana anda semua sanggup untuk menyelesaikan tugas ini dan siap bermalam didesa?” tanya Asep Heri yang dijawab sanggup oleh semua stafnya.

Sebelumnya, Asep Heri juga telah turun langsung hingga ke desa. Pihaknya bahkan yang bertugas langsung sebagai pendaftar. Sesekali waktu Asep Heri juga sempat menanyakan kepada beberapa masyarakat tentang program ini.

“Saya tidak percaya kalau masyarakat yang tanahnya mau disertifikatkan tapi dia tidak mau. Apalagi banyak kemudahan yang diberikan. Masyarakat hanya dibebani biaya pra pendaftaran yang hanya Rp150.000 per bidang berapapun luas tanahnya. Sedang biaya pendaftaran, pengukuran dan panitia semuanya gratis karena dibiayai negara,” urainya.

Lebih lanjut Asep menjelaskan, pemilik tanah hanya wajib menyetorkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk, Kartu susunan Keluarga, SPT PBB dan menandatangani surat pernyataan yang sudah disiapkan.

Sementara beberapa kepala desa yang hadir menyampaikan alasan program PTSL ini tidak lancar. Salah satunya karena pemilik tanah yang saat ini sedang menjadi TKI di luar negeri.

Selain itu, ada juga tanah yang masih sengketa, baik dengan tetangga maupun dengan kerabatnya. Bahkan, ada yang beralasan tanahnya kalau dibuatkan sertifikat nantinya sulit membaginya lagi dengan anak dan cucu-cucunya. (sdm/as)

No Response