Tim Sergap Mabesad Cek Penyerapan Gabah di Gresik

0
518 views
Tim Sergap Mabesad yang dipimpin Brigjen TNI Agus Heru Prasetyo mengecek penyerapan gabah petani di wilayah Kabupaten Gresik. (Foto: BG/Wan)
Tim Sergap Mabesad mengecek penyerapan gabah petani di wilayah Kabupaten Gresik. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresikcom – Tim Sergap Mabesad yang dipimpin Brigjen TNI Agus Heru Prasetyo mengecek penyerapan gabah petani di wilayah Kabupaten Gresik dalam rangka pencapaian target serapan gabah periode Januari-Desember 2016.

Ini terkait tugasnya dalam memberikan pendampingan swasembada pangan dan pencapaian target serapan gabah pada tahun ini.

Bersama kepala Subdivre Bulog Surabaya Utara, Suharto Djabar, jenderal bintang satu ini memberikan presentasi kepada anggota Kodim 0817 terkait peran TNI dalam program ketahanan pangan, serta pengecekan langsung.

Menurut dia, serapan gabah di Gresik sudah melampaui target 100%. Tim Sergap juga secara langsung ingin mengetahui laporan penyerapan gabah langsung dari petani.

Keberadaan tim Sergap Mabesad akan berjalan terus, dan memantau bersama-sama tim korwil baik itu Bulog maupun Kodim di masing-masing daerah untuk mewujudkan ketahanan pangan.

“Tim kita sebagai unsur pendamping agar target penyerapan gabah tercapai tanpa ada kendala. Kami dan Bulog akan terus memantau penyerapan gabah, dan ini tugas sekaligus fungsi kita,” terangnya saat di Makodim 0817 Gresik, Rabu (3/8/2016).

Kabupaten Gresik yang memiliki lahan seluas 119.513 hektar bisa menghasilkan 21 ribu ton gabah kering siap jual. Selain mendominasi intensitas penggunaan lahan, sektor pertanian memberikan pemasukan signifikan terhadap PDRB Gresik.

“Target capaian Gresik sebesar 25 ribu ton, saat ini masih 20 ribu ton. Namun pada masa tanam kedua (MT II) ini Gresik sanggup memenuhi target dan bisa lebih,” terang kepala Dinas Pertanian, Agus Djoko Walujo.

Senada diterangkan Kasub Divre Bulog Surabaya Utara, Suharto Djabar. Menurut dia, produksi gabah di Kabupaten sudah mencapai 25 ribu ton. Jumlah itu diprediksi akan mengalami kenaikan, karena masih ada tahap kedua untuk penyerapan gabah dari petani.

“Prediksi kita penyerapan gabah di Kabupaten Gresik akan mencapai 100%,” paparnya.

Suharto menambahkan, sesuai ketetapan pemerintah, HPP Gabah Kering Panen (GKP) Rp 3.700, sedangkan Gabah Kering Giling (GKG) Rp 4.650. Sementara untuk harga beras ditetapkan sebesar Rp 7.300.

Pemerintah menetapkan harga pokok pembelian (HPP) gabah maupun beras tetap sesuai Instruksi Presiden (Inpres) 5 tahun 2015.

“Untuk harga pokok petani (HPP) tidak ada kenaikan. Jika terjadi kenaikan atau penurunan disebabkan beberapa faktor seperti inflasi pada komoditi lainnya. HPP bukan kami yang mengurusi tapi pemerintah,” pungkasnya. (wan)