Kiai Prihatin Marak Kasus Amoral di Gresik

0
276 views
Para kiai prihatin marak kasus amoral di Gresik.
Para kiai prihatin marak kasus amoral di Gresik.

BeritaGresik.com – Sejumlah kiai serta anggota Banser dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik mengaku prihatin dengan maraknya kasus dan praktik amoral di Gresik belakangan ini, khususnya di kalangan para remaja.

Keprihatinan itu disampaikan para kiai saat menemui Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim di Ruang Puteri Cempo Kantor Bupati Gresik, Kamis (2/6/2016).

Juru bicara rombongan para kiai, HM. Fathoni Muklis menyampaikan, pihaknya prihatin dan sedih dengan banyaknya masyarakat terutama remaja, yang menggunakan Alun-alun Kota Gresik sebagai tempat berpacaran.

“Saya merasa sedih ketika selepas mengaji, saat keluar Masjid menjumpai orang berpacaran sambil berangkulan di depan Masjid,” ungkap Fathoni.

Selain itu, para kiai mengaku prihatin terkait berita yang berkembang akhir-akhir ini. Adanya berita tentang darurat narkoba, berita prostitusi online, berita gang remaja putri, berita pemerkosaan.

“Bahkan saya melihat sendiri, saat ini Gresik banyak warung-warung yang berdiri di berbagai tempat, bahkan berdiri di tepi jalan utama Kota Gresik,” ucapnya.

Karena itu, Fathoni mempertanyakan peran Satpol PP Gresik yang dinilai kurang tegas memberikan sanksi kepada para pelanggar yang telah berbuat maksiat di beberapa tempat di Gresik.

“Kami minta agar Pemerintah dapat memberikan solusi dan Satpol PP bisa memberikan sanksi hukum yang lebih berat agar mereka jera,” tegasnya.

Menanggapi keluhan dari kiai, Bupati dan Wakil Bupati Gresik bergantian memberikan jawaban. Terkait alun-alun Kota Gresik, Bupati mengatakan, bahwa tidak lama lagi lokasi tersebut akan dibangun Islamic Centre.

“Insyaallah akhir masa jabatan saya nanti bangunan yang merupakan pusat kegiatan Islam sudah terbangun. Bangunan itu akan mendukung keberadaan Masjid Jami’ Gresik” kata Sambari.

Sementara terkait warung remang-remang maupun warung pangku, Bupati Sambari menyatakan, pihaknya sudah sering kalu memerintahkan petugas Satpol PP Gresik untuk melakukan razia, karena mereka telah melanggar Perda.

Namun demikian, pelanggaran terhadap Perda tersebut hanya berdampak pada tindak pidana ringan (tipiring). Di disi lain, Sambari mengakui jika anggota Satpol PP Gresik yang ada sekarang tidak sebanding luas wilayah tugasnya.

“Juga anggota Satpol PP Kabupaten Gresik tidak memadai dibanding banyaknya tugas dan luas wilayah tugas. Bahkan sering ketika akan melakukan razia, ternyata sudah bocor dan warung sudah keburu ditutup, ” terangnya.

Sementara itu, Wabup Qosim meminta kepada para ulama dan kiai untuk bersama-sama mengatasi masalah ini.

“Kita selaku Pemerintah akan mengeluarkan kebijakan, para Ulama dan Kyai yang memberikan tuntunan rohani melalui pengajian,” imbuh Qosim. (as)