Jalan Raya Ngasinan Rusak Parah, Pemkab Jangan Lepas Tangan

0
688 views
Kondisi jalan rusak di Gresik. (Foto: BG/Wan)
Kondisi jalan rusak di Gresik. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Pemerintah diminta segera menperbaiki jalan-jalan yang rusak dan berlobang di kawasan Gresik, termasuk salah satunya yang terjadi di Jalan Raya Ngasinan, Kepatihan, Menganti. Kondisi jalan dinilai sangat membahayakan para pengguna jalan.

Saking parahnya, jalan-jalan yang rusak parah dan berlobang terpaksa di pasang kursi kayu agar tidak dilintasi oleh warga atau pengendara. Tindakan memasang kursi sebagai tanda dilarang melintas agar jalan tidak memicu kecelakaan atau memakan korban jiwa.

Jalan perbatasan antara Benowo Surabaya dan daerah Kabupaten Gresik itu merupakan akses jalan penting menuju Kota Surabaya. Jalan tersebut juga banyak dilintasi truk-truk besar sebab banyak industri dan pergudangan di wilayah Kecamatan Menganti.

Secara tidak langsung jalan tersebut juga banyak dilintasi oleh pekerja dan warga yang akan ke Kota Surabaya atau mereka yang akan kembali ke wilayah Menganti, Gresik. Kerusakan jalan di kawasan itu sudah berlangsung lama.

Kemacetan juga kerap terjadi di Jalan Raya Ngasinan, Kepatihan. Bahkan dapat dikatakan macet terjadi setiap hari, sebab kendaraan harus bergantian untuk melintasi jalan tersebut. Selain itu, jalan juga kerap membuat kendaraan rusak akibat terperosok dalam lobang.

“Genangan air yang menutupi lubang tidak mengakibatkan kendaraan harus mengurangi kecepatannya, sehingga terjadi kemacetan dan atrean yang panjang,” ungkap warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (2/3/2016).

Dari pantauan di lapangan, kerusakan jalan juga dipicu drainase yang kurang baik. Saluran air di samping kiri dan samping kanan jalan terlihat mampet akibat bangunan rumah toko (ruko) serta bangunan liar berupa warung kopi serta warung makan.

Pengaduan masyarakat kepada Pemkab Gresik untuk melancarkan saluran air juga tidak pernah ditanggapi. Hal itu diduga karena jalan tersebut merupakan jalan nasional. Dengan demikian, maka perbaikan jalan harus dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

“Siapa yang harus lapor ke Kementerian Pekerjaan Umum, warga atau pejabat Pemkab Gresik? Masak jalan rusak begini pejabat yang berwenang diam saja. Menunggu rakyat kecil jadi korban meninggal dunia, atau cacat semumur hidup akibat terperosok lubang?,” kata Khoirul Anam, warga Desa Kepatihan.

Menanggapi hal itu, Dhiannita Triastuti, Kepala Bidang Pembangunan dan Peningkatan Jalan dan Jembatan Kabupaten Gresik, terkesan lepas tangan. Mereka berdalih jika Jalan Raya Ngasinan, Kecamatan Menganti, Gresik merupakan jalan nasional.

Saat ditunjukkan foto jalan yang rusak, dia tidak mengatakan apa-apa. Tapi setelah ditanya status jalan tersebut hanya menjawab jalan itu merupakan jalan nasional. Ditanya Kapan ada perbaikan? “Itu kan jalan Nasional,” kata Dhian, melalui telepon selulernya. (wan)