Pengurangan Risiko Bencana Harus Libatkan Masyarakat

0
507 views

Mitigasi bencana

BeritaGresik.com – Sebagai wilayah kategori rawan bencana alam, tahun ini Kabupaten Gresik mendapat Program Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK). Program ini didanai oleh Bank Dunia lewat APBN.

Kegiatan ini termasuk program rintisan yang dilaksanakan melalui PNPM Mandiri Perkotaan. Di Indonesia, hanya ada empat kota yang memperoleh program rintisan ini, yakni Kota Bandar Lampung, Kota Padang, Kota Manado dan Kota Gresik.

Program rintisan Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas ini dilaksanakan di Kelurahan Banyuwangi di Kecamatan Manyar, Desa Driyorejo Kecamatan Driyorejo, Kelurahan Krikilan dan Kelurahan Cangkir di Kecamatan Driyorejo.

Empat Kelurahan tersebut  mendapatkan Bantuan Langsung masyarakat (BLM) sebesar Rp500 juta per kelurahan. Di Gresik, program PRBBK ditujukan untuk mitigasi terhadap ancaman bencana banjir yang diakibatkan air rob dan banjir bandang.

Disasterlis Manageman Spesialis Konsultan proyek P2KKP Pusat, Ir. Rudin Simanungsong mengatakan, mitigasi dan manajemen bencana bisa dilaksanakan jika warga punya Rencana Tindak Pengurangan Risiko Bencana (RTPRB) yang berkualitas.

Menurut Rudin, tantangan terbesar dari program ini adalah internalisasi pemahaman kepada masyarakat, agar nantinya kesadaran akan risiko bencana menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat.

“Rencana tindak pengurangan risiko bencana sementara ini sering diputuskan oleh elite capture. Sedangkan  masyarakat luas belum dilibatkan. Ini  yang menyebakan ada gap pemahaman tentang risiko bencana,” kata Rudin di Gresik, Rabu (2/12/2015).

Karena itu, ke depan Rudin menekankan agar Program Pengurangan Risiko Bencana melibatkan komunitas, sehingga pemahaman dan kesadaran akan besarnya bahaya bencana alam nantinya menjadi budaya masyarakat.

Senada juga diungkapkan Sekertaris Daerah Kabupaten Gresik, Bambang Isdianto yang hadir dalam Workshop di Warung Legen, Rabu (2/11/2015). Dia menilai, mitigasi bencana sangat penting. Karena itu, program penanggulangan bencana berbasis masyarakat harus ditingkatkan.

“Harapan saya peran dari pihak masyarakat, perusahaan dan pihak terkait ikut memikirkan permasalahan itu, karena wilayah Gresik yang luas dan banyak perusahaan juga berpotensi adanya bencana,” imbuhnya. (wan)