Parmusi Usung Paradigma Baru pada Mukernas II

0
326 views
Mukernas II Parmusi di Hotel Sahid Jakarta. (Foto: As)
Mukernas II Parmusi di Hotel Sahid Jakarta. (Foto: As)

BeritaGresik.com – Berbarengan dengan usianya yang ke 17, Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II di Sahid Hotel, Jakarta, pada 1-4 Oktober 2016.

Pada Mukernas II kali ini, Parmusi yang semula berorientasi pada politik praktis, kini mengusung paradigma baru, yakni connecting moslem yang berbasis gerakan dakwah, sosial, ekonomi, dan pendidikan.

Ketua Parmusi Wilayah Sulawesi Tengah Abdul Rachman Thaha (ART) mengatakan, saat inu Parmusi sudah berubah haluan dari yang dulunya berorientasi pada politik ke pergerakan dakwah, pemberdayaan dan ekonomi.

“Jika dulunya masyarakat masih melihat Parmusi sebagai salah satu ibu kandung dari PPP, sekarang paradigma parmusi murni untuk pergerakan dakwah, pemberdayaan sosial dan ekonomi,” kata ART di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (2/10/2016).

Dia menjelaskan, pada bulan yang lalu Parmusi pusat telah mencetak kader pendakwah, yang nantinya akan disebar ke seluruh daerah di Indonesia. Kader pendakwah ini bertugas menjalankan syiar Islam dan pemersatu umat Muslim.

Sementara pemberdayaan di sektor ekonomi, lanjut ART, program utama Parmusi adalah memudahkan masyarakat usaha ekonomi lemah agar mendapatkan suntikan dana bantuan dalam bentuk kredit.

Untuk itu, Parmusi pusat bekerjasama dengan Bank BRI Syariah seluruh cabang yang ada di daerah untuk mengucurkan bantuan tersebut. “Tentu ada syarat administrasi yang perlu di penuhi, tapi dipermudah dan tanpa jaminan,” jelas ART.

Sebagai Ketua Parmusi Wilayah Sulawesi Tengah, ART mebyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti hasil Mukernas II Parmusi. “Insyaallah setelah saya balik ini, saya akan langsung action sosialisasi kucuran kredit ke masyarakat,” ucapnya.

Mukernas II Parmusi ini di hadiri oleh ketua Parmusi yang ada di 33 provinsi dan 340 kabupaten/kota. Mukernas yang digelar di Hotel Sahid ini di buka langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. (as)