Jazilul: Hari Pahlawan Erat Kaitannya dengan Resolusi Jihad

0
78 views
Anggota DPR RI Jazilul Fawaid dalam diskusi Empat Pilar di Kantor DPC PKB Gresik, Jumat (2/9/2016). (Foto: BG/As)
Anggota DPR RI Jazilul Fawaid dalam diskusi Empat Pilar di Kantor DPC PKB Gresik, Jumat (2/9/2016). (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Hari Pahlawan yang dieperingati setiap 10 November memiliki hubungan yang erat dengan Resolusi Jihad, dimana para kiai menyerukan berjihad melawan penjajahan di Tanah Air.

Demikian diungkapkan Anggota DPR RI Jazilul Fawaid dalam diskusi Empat Pilar bertajuk “Implementasi Hari Pahlawan dan Mengenali Kembali Jati Diri Bangsa”, di Kantor DPC PKB Gresik, Jumat (2/9/2016).

Menurut dia, perlawanan arek-arek Suroboyo terhadap tentara sekutu pada 10 November 1945 yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan merupakan rangkaian dari Resolusi Jihad.

“Saat itu, Rais Akbar Nahdlatul Ulama (NU) Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari mengeluarkan Fatwa Jihad bagi seluruh umat Islam yang dekat dengan Surabaya ikut berperang melawan penjajah,” ujarnya.

Karena itu, dia berpandangan bahwa nilai nasionalisme yang menjadi panutan bagi perjuangan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan refleksi dari nilai-nilai keislaman.

Nilai nasionalisme sebagai “Masterpiece Nusantara” merupakan hasil dari gerakan antara gerakan nasionalis dan pergerakan Islam. Untuk itu, Jazilul berharap tidak ada dikotomi di antara pergerakan nasionalis dan Islam.

“Sebab keduanya sama-sama memiliki konyribusi atas kemerdekaan negara ini,” ucapnya.

Dia juga menekankan agar karya-karya orisinil dari Islam Nusantara diteruskan dan menjadi pegangan bagi umat Islam di Indonesia. Karya-karya orisinil itu penting untuk pembangunan Islam di Indonesia.

“Seperti itulah maksud dari etos kepahlawanan yang sebenarnya,” jelasnya.

Jazilul menambahkan, sebagai bangsa yang berdaulat, peringatan hari pahlawan bukan hanya sebatas ungkapan rasa syukur, tetapi refleksi terhadap keyakinan jati diri bangsa yang bermartabat. (as)