PKL Bundaran GKB Kembali Geruduk Kantor DPRD

0
1,107 views
Puluhan PKL Bundaran GKB berunjuk rasa di Kantor DPRD Gresik. (Foto: BG/Wan)
Puluhan PKL Bundaran GKB berunjuk rasa di Kantor DPRD Gresik. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.comĀ – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang kerap berjualan di sepanjang jalan bundaran Gresik Kota Baru (GKB) kembali mendatangi kantor DPRD Gresik, Selasa (2/8/2016). Mereka membawa gerobak kosong sebagai bukti dirinya sudah tidak bisa lagi berjualan.

Dalam aksinya, perwakilan PKL di GKB ini meminta agar wakil rakyat bersedia duduk bersama guna mencari solusi atas permasalahan yang mereka alami setelah dilakukan penggusuran. Mereka berharap dapat berjualan kembali.

“Kita hanya cari makan, kami minta anggota DPRD sanggup menjembatani aspirasi kami. Tolong carikan solusi atau tempat untuk kami agar bisa berjualan,” kata Saiful, Koordinator PKL Bundaran GKB.

Saiful menjelaskan, pihaknya sudah mendatangi kantor DPRD dan langsung diterima oleh Komisi A DPRD Gresik. Waktu itu, pihak DPRD menyatakan kesanggupannya untuk menjembatani permasalahan yang dialami para PKL.

Beberapa PKL untuk sementara diberi tempat di jalan Siti Fatima binti Maimun. Namun saat akan menempati dilarang oleh pihak perusahaan Semen Gresik.

“Ini sudah dua Minggu kami tidak berjualan, makanya kami minta kejelasan kelanjutan dari Komisi A,” ucapnya.

Koordinasi sempat alot, sebab anggota Dewan bersedia menerima 5 sampai 15 orang perwakilan untuk audiensi. Namun, para PKL tidak mau menuruti dengan alasan mereka ingin semua harus ikut beraudiensi bersama-sama.

“Kita gak usah masuk, abis ini kita teruskan ke kantor Semen, dan kami akan terus menunggu solusi apa nantinya oleh pemerintah,” tukas Saiful.

Sementara tiga perwakilan anggota dari Komisi B seperti Moh. Subki selaku ketua, Asroin Widyana dan Ruspandi Sunaryo tidak kunjung datang hingga waktu yang ditunggu . Padahal keduanya sudah dijembatani Wakapolsek Kebomas, AKP M Syafi’i.

“Kita sudah menunggu hingga kita persilahkan masuk sebanyak 15 orang perwakilan, namun mereka menolak. Lagi pula mereka tidak mengirimkan surat pemberitahuan ke kita (DPRD). Mohon maaf, audiensi kita batalkan saja,” singkat Moh Subki, Ketua Komisi B.

Para PKL yang dikawal ketat petugas kepolisian berencana mendatangi gedung Semen Indonesia yang berada di Jalan Veteran, Kecamatan Kebomas.

Mereka meminta agar lahan milik Semen yang berada di jalan Fatimah Binti Maimun bisa di tempati untuk sementara waktu, sebelum pemerintah memberikan solusi dan relokasi. (wan)