Ratusan Mantan Pekerja Wim Cycle Minta Dipekerjakan Lagi

0
726 views
Ratusan mantan pekerja PT Wijaya berunjuk rasa ke Kantor Pemkab Gresik, Selasa (2/2/2016)
Ratusan mantan pekerja PT Wijaya Indonesia Makmur Bicycle Industries (Wim Cycle) berunjuk rasa ke Kantor Pemkab Gresik, Selasa (2/2/2016). (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Ratusan mantan pekerja PT Wijaya Indonesia Makmur Bicycle Industries (Wim Cycle) di Jalan Raya Bambe, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, berunjuk rasa ke Kantor Pemetintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Selasa (2/2/2016).

Mereka meminta untuk dimediasi oleh Pemkab Gresik agar bisa bekerja kembali di PT Wijaya Indonesia Makmur Bicycle Industries. Sedikitnya ada 158 orang dalam unjuk rasa. Mereka datang dengan mengendarai sepeda motor, yang diparkir di depan Kantor Bupati Gresik.

Selama berunjukrasa, mereka dijaga ketat oleh polisi. “Kami sudah diputus kerja secara sepihak. Kami minta Pemkab Gresik bisa memperjuangkan nasib buruh,” kata Ketua Serikat Buruh Kerakyatan PT Wim Cycle, Sudarko.

Dia menceritakan awal perselisihan dengan manajenen PT Wim Cycle yang sudah berlangdung srjak Desember 2014 lalu. Saat itu, kata Sudarko, keluar nota yang menyatakan bahwa Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).

Kemudian, pada 16 Februari 2015, terjadi perjanjian bersama antara pihak manajemen PT Wim Cicle dengan pengurus basis Serikat Buruh Kerakyatan. Dalam perjanjian tersebut dikatakan ada poin yang tidak dijalankan oleh manajemen perusahaan.

“Misalnya, pekerja akan dipekerjakan kembali tanpa jeda waktu kerja, tapi kenyataanya tidak. Akhirnya, kita melakukan Bipartit sampai tiga kali, tapi tidak ada titik temu alias buntu,” terang Dudarko.

Setelah itu, sebanyak 302 pekerja mogok kerja pada 8 September 2015. Lalu, pihak manajemen PT Wim Cycle mengajak beberapa pekerja untuk bekerja kembali sampai akhirnya tinggal 158 orang.

“Setelah mogok kerja selama tiga hari. Perusahaan mengirimkan surat panggilan ke rumah-rumah. Rata-rata surat dikirim ke rumah juga tidak tepat. Sebab, para buruh dalam mogok kerja di dalam pabrik dan sudah melakukan pemberitahuan,” tandas Sudarko.

Terpisah, Kepala Kesbangpol Kabupaten Gresik Agus Sahari yang menemui pengunjuk rasa mengatakan, pihaknya akan mempertemukan dengan Pejabat (Pj) Bupati Gresik Akmal Boedianto pekan depan. “Sekarang Pak Pj Bupati sedang di Surabaya. Pekan depan saja kita jadwalkan untuk ketemu,” singkat Agus.

Ratusan pengunjukrasa akhirnya meninggalkan kantor Pemkab Gresik. Mereka berjanji akan mendatangi lagi kabtor pemkab sesuai janji kepala Kesbangpol. Ratusan buruh pun dengan tertib meninggalkan lokasi setelah menunggu selama hampir dua jam. (wan)