Debit Air Bengawan Solo Meningkat, Hilir Jatim Siaga Merah

0
689 views
Banjir masih melanda sejumlah kawasan di Gresik. (Foto: BG/Amn)
Banjir masih melanda sejumlah kawasan di Gresik. (Foto: BG/Amn)

BeritaGresik.com – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro memberlakukan siaga merah di hilir Jawa Timur dalam menghadapi banjir.

Status siaga merah diberlakukan karena ketinggian air di sungai terpanjang di Jawa itu meningkat pada Kamis pagi (1/12). Siaga merah berlaku mulai dari Bengawan Solo di Bojonegoro hingga di hilir Jatim.

“Ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro masuk siaga merah dengan ketinggian 15,04 meter, Kamis pukul 09.00 WIB,” kata Petugas Posko UPT Bengawan Solo di Bojonegoro Budi Hendro, dilansir Antara, Kamis (1/12/2016).

Siaga merah di hilir Jatim dalam waktu yang bersamaan meliputi Babat, Laren, Karanggeneng, dan Kuro, Lamongan. Masing-masing ketinggian air 8,54 meter, 6,07 meter, 4,67 meter dan 2,50 meter.

“Banjir Bengawan Solo di Jurug, Solo, Jawa Tengah, airnya mulai masuk hilir Bojonegoro pagi tadi,” terang Budi Hendro.

Menurut dia, banjir di hulu Bengawan Solo Jawa Tengah berpengaruh terhadap ketinggian air Bengawan Solo di Ndungus, Ngawi. Pada Kamis pukul 06.00 Wib air terus merangkak naik menjadi 8,70 meter.

“Air Bengawan Solo di hilir Jawa Timur, masih akan terus naik,” jelasnya.

Banjir Masih Terjadi di Gresik

Hingga hari ini, Kamis (1/12), luapan air luapan Bengawan Solo dan anak Kali Lamong masih menggenangi pemukiman warga Kecamatan Balongpanggang dan Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik.

Kepala Pelaksana BPBD Gresik Abu Hasan mengatakan, Kecamatan Balongpanggang tergenang banjir hingga sepinggang orang dewasa sejak Rabu (30/11/2016) malam.

Genangan banjir tersebut disebabkan akses jalan terimbas normalisasi anak Kali Lamong dari Desa Mojogede. “Tapi sekarang terpantau sudah mulai surut antara 5-10 cm,” ujarnya, Kamis (1/12/2016).

Sementara itu, banjir juga masih melanda kawasan Bungah Gresik. Genangan banjir ini terjadi akibat luapan sungai Bengawan Solo. Selain ini, juga terimbas adanya pengerjaan proyek Jembatan Sembayat. (ant/as)