Tasyakuran Opini WTP dari BPK, Bupati Suguhkan Kuliner Khas Gresik

0
342 views
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto saat menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD Gresik dan seluruh Kepala SKPD Pemkab Gresik. (Foto: Humas Kab. Gresik)
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto saat menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD Gresik dan seluruh Kepala SKPD Pemkab Gresik. (Foto: Humas)

BeritaGresik.com – Performa Pemerintah Kabupaten Gresik dalam membuat laporan keuangan semakin tak diragukan. Pada Selasa (31/5/2016), Kabupaten Gresik meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Atas capaian itu, Bupati Gresik Sambari Halim Radisnto menggelar tasyakuran di Ruang Putri Cempo, Rabu (1/6/2016). Tampak hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim, Ketua DPRD Gresik Abdul Hamid, serta seluruh kepala SKPD se-Kabupaten Gresik.

Saat memberikan sambutan, Bupati Gresik Sambari menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, para Kepala SKPD, serta Anggota Ketua DPRD Abdul Hamid yang ikut hadir di Ruang Puteri Cempo Kantor Bupati Gresik.

“Kami berterima kasih atas dukungan do’a masyarakat. Kami juga sempat was-was, andai opini WTP BPK ini tidak kami dapat tahun ini, dipastikan Pak Hamid dan kawan kawan akan membentuk Panitia khusus (pansus). Untung opini WTP ini kami dapat sehingga tidak ada pansus untuk kami,” tutur Sambari yang didampingi Wabup Qosim.

Ketua DPRD Gresik didampingi Bupati dan Wakil Bupati Gresik saat memotong tumpeng.
Ketua DPRD Gresik didampingi Bupati dan Wakil Bupati Gresik saat memotong tumpeng.

Bupati juga menyatakan sangat sangat berterima kasih krpada para kepala SKPD. Dia mengapresiasi kerja keras yang ditunjukkan para kepala SKPD selama ini, hingga akhirnya laporan keuangan Pemkab Gresik meraih predikat WTP.

“Kala itu saya hanya memberi target waktu setengah bulan saat saya kumpulkan para Kepala SKPD pada 14 Maret 2016 di ruang rapat DPPKAD. Saya memberikan deadline tanggal 29 Maret seluruh SKPD harus menyelesaikan semua laporan keuangan. Alhamdulillah ternyata semuanya bisa dilakukan,” ucapnya.

Prestasi itu bukan dicapai tanpa ada kerja keras. Berbagai inovasi di bidang keuangan daerah dilakukan, seperti perubahan pengelolaan administrasi keuangan sejak 2015, dari pengelolaan berbasis kas menjadi berbasis akrual. Terbukti semua laporan keuangan semakin transparan dan akuntabel.

Ketua DPRD memberikan potongan Kepada Kepala DPPKAD Gresik, Dr. Yetty Sri Suparyatie.
Ketua DPRD memberikan potongan Kepada Kepala DPPKAD Gresik, Dr. Yetty Sri Suparyatie.

Bersamaan dengan itu, adanya tiga Peraturan Bupati (Perbup) terutama terkait pengelolaan aset daerah dirasa memberi dukungan pada pengelolaan aset daerah. “Memang selama ini keberadaan aset menjadi batu sadungan dalam meraih WTP,” ujarnya.

Bupati Sambari mengajak kepada semua pihak, utamanya para kepala SKPD, agar mempertahankan capaian yang sudah baik. Namun, dia juga menekankan agar selalu melakukan perbaikan di sektor yang masih dianggap kurang baik.

“WTP kali ini merupakan tonggak yang harus kita tradisikan setiap tahun. Memang ini sebuah pekerjaan berat, tapi ini merupakan tantangan bagi kita semua untuk bekerja lebih baik dan lebih profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.

Bupati dan Wakil Bupati serta Ketua DPRD Gresik saat mencicipi Sego Mener hidangan khas Gresik.
Bupati dan Wakil Bupati serta Ketua DPRD Gresik saat mencicipi Sego Mener hidangan khas Gresik.

Dalam acara tasyakuran waktu itu, aneka makanan khas Gresik tersaji. Ada sego mener, bubur harisah, nasi krawu, dan minuman legen. Suasananya sangat terasa khas Gresik. Sementara Bupati Sambari Wabup Qosim serta Ketua DPRD Gresik Abdul Hamid tanpak sangat menikmati hidangan Sego Mener.

Para tokoh dari kota Pudak ini sangat lahap menikmati sajian sego mener. “Ini kuliner khas favorit Pak Ketua DPRD. Sajian sego mener ini kami persembahkan khusus Pak Hamid. Ini nuruti Panjenengan Pak Hamid,” ujar Sambari yang sejak remaja berkumpul dan bersahabat dengan Hamid.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Gresik Suyono mengatakan, tasyakuran ini diadakan karena Kabupaten Gresik baru pertama kali mendapatkan opini WTP dari BPK.

“Sebelumnya laporan keuangan Pemkab Gresik hanya mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Saya katakan tahun ini adalah luar biasa” ujarnya.  (adv)