Ini Tantangan Warga Rembang kepada Walhi dan Pembuat Film Samin Vs Semen

0
390 views

REMBANG, BeritaGresik.com – Walhi menuai kecaman oleh warga Rembang, khususnya  warga yang berdomisili di wilayah Ring Satu. Hal tersebut terkait proses “banding” yang dilakukan Walhi mengenai pendirian pabrik Semen Indonesia di Rembang. Hal tersebut sebagaimana dikatakan salah satu warga Rembang, Nurul Chotimah (27) apabila selama ini kondisi di Rembang sangat kondusif dan tidak ada Gerakan Penolakan terhadap pendirian pabrik semen,

“Saya melihat selama ini kondisi rembang sangat tenang dan kondusif,” ungkapnya Jumat, (1/5).

Ia juga menjelaskan kalau sebenarnya gerakan duduk di Tenda yang di lakukan sebagian kecil warga bukanlah inisiatif warga itu sendiri, tetapi karena ada pihak luar yang memprovokasi warga untuk menolak pendirian pabrik Semen Indonesia di Rembang, Sehingga menurutnya tidak mungkin apabila warga melakukan banding atas keputusan yang telah di keluarkan PTUN semarang pada bulan Lalu.

“Saya tau kok, kapan beberapa warga demo di tenda, itu setelah ada orang luar yang datang ke warga, itupun dengan sembunyi-sembunyi. Warga yang terprovokasi itu pun segelintir saja. Gak mungkin warga untuk banding ,” tegasnya.

Hal senada juga di sampaikan warga Rembang yang lain, Mustofa (32), apabila warga meminta bukti jika benar mayoritas penduduk Rembang menolak Pabrik Semen di Remban. Ia pastikan mayoritas warga mendukung pendirian pabrik. Bahkan ia meminta Walhi untuk duduk bersama warga ring satu untuk menjelaskan siapa warga yang menolak itu.

“Kami sebagai warga Rembang meminta bukti kepada Walhi keberadaan warga yang menolak semen di Rembang. Kami juga meminta Walhi untuk datang ke wilayah ring satu untuk berbicara menunjukan siapa warga yang menolak semen disini,” ujar pemuda dari ring 1 ini.

Mustofa juga menambahkan bahwa pemuda-pemuda Rembang  meminta pembuat film Samin vs Semen untuk memutar film tersebut bersama warga Rembang, untuk mempertanggung jawabkan kevalidan isi film tersebut. Karena menurutnya, film Samin Vs Semen dirasanya cenderung menfitnah warga Rembang. Ia mengatakan, film Samin vs Semen terlihat provokatif dan tak objektif.

“Kami, warga Rembang, mengundang Dandi Laksono (pembuat film samin vs Semen – red) untuk memutar film Samin vs Semen bersama warga ring satu, masa kita yang dijadikan isu film justru tidak ikut dilibatkan untuk menonton dan pembuatannya,” ujarnya. [] AR